![]() |
| Kegiatan mengolah pelepah pisang jadi kripik bernilai jual.(Dok/Istimewa). |
Kegiatan yang digelar secara mandiri oleh Posko 06 KKN Universitas Annuqayah di Madrasah Nurul Hikam ini mendapat perhatian masyarakat sekitar karena memanfaatkan limbah alam menjadi produk pangan inovatif.
Ketua Posko KKN, Siti Nur Halisa, menjelaskan ide ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap potensi lokal yang sering terabaikan.
“Pelepah pisang biasanya hanya dianggap limbah. Kami mencoba mengolahnya menjadi keripik yang renyah dan memiliki cita rasa khas. Ini bagian dari upaya zero waste lifestyle sekaligus mendorong lahirnya produk pangan alternatif yang dapat bernilai ekonomi,” ungkapnya.
Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya mendukung pola hidup ramah lingkungan, tetapi juga diharapkan mampu menjadi identitas baru bagi Desa Banuaju Barat.
Proses pembuatan dilakukan secara sistematis, mulai dari pemilihan pelepah pisang yang layak, pembersihan, pengirisan tipis, penggorengan hingga pengemasan. Hasilnya, keripik pelepah pisang mendapat apresiasi karena teksturnya yang gurih dan unik saat dicicipi bersama.
Halisa menambahkan, inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan sumber daya alam sekitar.
“Kami ingin menunjukkan bahwa potensi lokal bisa diolah menjadi produk bergizi, bernilai manfaat, sekaligus membuka peluang usaha baru,” ujarnya.
Mahasiswa KKN Universitas Annuqayah berharap keripik pelepah pisang nantinya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga sekaligus memperkuat citra Desa Banuaju Barat sebagai desa yang kaya dengan kreativitas berbasis kearifan lokal. (Yud)


Komentar