|
Menu Close Menu

PKB Sumenep Gelar Istighosah, Doakan Keselamatan Bangsa di Tengah Situasi Politik Memanas

Senin, 01 September 2025 | 16.13 WIB

Istighosah dan Doa Bersama yang digelar oleh DPC PKB Kabupaten Sumenep.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sumenep– Di tengah memanasnya suhu politik nasional dan maraknya aksi demonstrasi yang berujung ricuh di sejumlah daerah, DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep memilih menempuh jalan sejuk. Senin sore (01/09/2025), mereka menggelar istighosah dan doa bersama di kantor DPC PKB Sumenep sebagai ikhtiar batin memohon keselamatan bangsa.
Jajaran Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi PKB saat mengikuti acara Istighosah dan Doa Bersama.(Dok/Istimewa).
Acara yang berlangsung penuh kekhidmatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPC PKB, mulai dari Ketua Dewan Syuro KH Nasih Fauzi, Ketua DPC PKB KH Imam Hasyim yang juga Wakil Bupati Sumenep, hingga para ulama dan kiai kharismatik dari berbagai penjuru Sumenep.


Berdasarkan pantauan media, hadir pula Ketua PCNU Sumenep KH Panji Taufik, Rois Syuriah PCNU KH Hafidi Sarbini, serta kiai sepuh seperti KH Roji Fawaid, KH Mahfud Rahman, dan KH Kamalil Ersyad. Anggota Fraksi PKB DPRD Sumenep dan pengurus DPAC PKB dari seluruh kecamatan juga turut memadati acara tersebut.


Dalam sambutannya, KH Imam Hasyim menegaskan pentingnya doa bersama sebagai langkah menenangkan kegelisahan masyarakat sekaligus memperkuat persatuan.


“Negara sedang tidak baik-baik saja. Kita perlu mengetuk pintu langit, memohon kepada Allah agar bangsa ini selamat, aman, dan dijauhkan dari segala bala,” ujarnya.


Rangkaian acara dimulai dengan istighosah, dilanjutkan salat gaib untuk almarhum Affan Kurniawan, korban yang meninggal dunia akibat terlindas kendaraan taktis Barakuda saat aksi di Jakarta. Setelah itu, jamaah bersama-sama membaca surat Yasin, tahlil, dan doa keselamatan bangsa.


Suasana terasa haru dan khusyuk. Isak tangis terdengar di sela lantunan doa, ketika para kiai dan jamaah memanjatkan munajat agar Indonesia kembali damai, diberkahi, dan segera mendapatkan jalan keluar dari berbagai persoalan yang dihadapi.


Menutup acara, KH Imam Hasyim mengajak seluruh pihak untuk tidak hanya berdoa, tetapi juga menjaga persatuan.


“Mari terus berdoa, tapi juga menjaga Surabaya, Madura, dan Indonesia ini dengan sikap yang arif. Jangan sampai kita terpecah,” tegasnya. (Yud) 

Bagikan:

Komentar