![]() |
| Masmuni Mahatma.(Dok/Istimewa). |
Oleh: Masmuni Mahatma
Lensajatim.id, Puisi-Mandalika, tempat angin merias wajah
Dupai kursi tua sedang tengadah
Sebab bebatuan berhenti julurkan lidah
Kala lirik lagu malam perlahan belah
Kaukah, Tuan Guru, lebih dulu selipkan api
Senja yang tersulap dalam denyut nadi
Tak kunjung gincui ribuan mimpi
Sedari mula awan berlari-lari
Mandalika, alisnya kian rapi
Serupa pelukmu yang basah
Saat terik sangkal jejak matahari
Di sini, diantara deru gelombang Kuta
Layang-layang tak lagi jual cerita
Apa yang kau namai rindu
Tersangkut di lengan baju
Berayun letih
Mandalika, alas pacu detak jantung daun-daun
Secepat kau cuci kata dalam pantun
Pulihkan ruh dari aliran racun
0609205


Komentar