|
Menu Close Menu

Malang Raya Tuan Rumah ICCF 2025, Dorong Jawa Timur Jadi Creative Province

Sabtu, 04 Oktober 2025 | 07.33 WIB

Panitia ICCF 2025 Malang Raya saat memberikan keterangan pers.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Malang – Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang bersatu menjadi tuan rumah Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025. Festival ini akan berlangsung pada 6–10 November 2025, mengusung tema “Nusantaraya – Senyawa Malang Raya”.


Acara ini bukan sekadar perayaan, melainkan gerakan besar untuk menegaskan langkah Jawa Timur menuju predikat Creative Province.


Festival akan dibuka di Kota Batu pada 6 November dengan peresmian Selecta Living Museum. Transformasi warisan historis ini menjadi ruang belajar kreatif yang menghubungkan tradisi dan inovasi.


Hari berikutnya, 7 November, Batu menggelar City Tour Agro Kreatif dan Produk Lokal Fest. Agenda ini menghadirkan tur pertanian, kuliner, wisata edukatif, serta pameran UMKM dan produk kreatif lokal. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal menuju Batu City of Gastronomy.


Pada 8 November, rangkaian kegiatan beralih ke Malang Creative Center. Kota Malang menandai jalannya menuju City of Media Art melalui tiga agenda utama: konferensi internasional tentang AI, media art, dan digital humanity, festival kreatif Mbois 2025, serta pembukaan Kongres ICCN yang menghadirkan lebih dari 260 delegasi kota/kabupaten kreatif dari seluruh Indonesia.


Puncak acara berlangsung pada 9 November di Kabupaten Malang melalui Festival Nusantaraya dan ICCF Awarding Night. Perayaan ini digelar serentak di tiga titik: Boon Pring Bamboo Living Museum, KEK Singhasari, serta candi bersejarah Kabupaten Malang yang dipadukan dengan seni, musik, dan instalasi budaya. Malam itu juga digelar penghargaan bagi tokoh, komunitas, dan daerah yang berjasa menggerakkan ekosistem kreatif nasional.


Para tokoh daerah dan penggerak kreatif menegaskan semangat kolektif festival ini. Wali Kota Batu, Nurochman, menekankan kesiapan kotanya menjadi pintu gerbang kolaborasi Malang Raya. Ketua Umum ICCN, TB. Fiki C. Satari, menyebut ICCF sebagai konsolidasi masyarakat kreatif untuk mendukung pembangunan menuju Indonesia Emas.

Lewat keterangan pers yang diterima Redaksi pada Minggu (04/10/2025), Ketua OC ICCF 2025, Sam Vicky Arief H., menegaskan bahwa Malang Raya adalah contoh model pembangunan kreatif berbasis kolaborasi. Dari sisi komunitas, Dadik Wahyu Chang menyoroti Kota Malang sebagai “laboratorium ide”, sementara Alan Wahyu Hafiludin menyebut Batu berada di jalur tepat menuju kota gastronomi dunia. Dari akar rumput, Boim menegaskan bahwa Kabupaten Malang adalah tanah budaya yang melahirkan gerakan Desa Kreatif.


Dalam semangat Hari Pahlawan, ICCF 2025 menegaskan bahwa pelaku ekonomi kreatif adalah pahlawan masa kini. Mereka berjuang dengan ide, inovasi, dan karya untuk membangun Indonesia yang berdaya, mandiri, dan berbudaya. (Rls) 

Bagikan:

Komentar