![]() |
| Pembukaan Bulan Bahasa Indonesia tahun 2025 Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMP PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Sumenep.(Dok/Istimewa). |
Kegiatan dengan tema “Habituasi Trigatra, Bangun Bahasa: Bahasa Terjaga Bangsa Berjaya” ini dihadiri oleh Warek I Bidang Akademik Suhartatik, Warek III Bidang Kemahasiswaan, Wakil Presiden Mahasiswa Ahmad Jailani, serta sejumlah pimpinan organisasi mahasiswa di lingkungan kampus.
BBN 2025 menghadirkan empat rangkaian acara utama, yaitu Rokat Pakarangan, Lomba Baca Puisi, Cipta Puisi, dan Olimpiade Bahasa. Uniknya, tahun ini HMP PBSI menghadirkan konsep berbeda dengan menambahkan unsur selamatan kampus sebagai simbol rasa syukur atas perubahan status kampus menjadi universitas.
Ketua Umum HMP PBSI, Indra Arief Kurniawan, menjelaskan bahwa konsep rokat atau selamatan tersebut menjadi bentuk refleksi spiritual sekaligus harapan agar kampus terus berkembang.
“Saya berharap kegiatan rokat ini membawa keberkahan, menjadikan kampus lebih baik dan unggul dalam kualitas pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa UPI Sumenep, Ahmad Jailani, memberikan apresiasi tinggi kepada HMP PBSI atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan yang berdampak positif bagi kampus.
“Saya apresiasi kegiatan BBN ini karena berhasil memberikan kesan positif dan kontribusi nyata untuk kemajuan kampus tercinta,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Warek I Bidang Akademik Suhartatik menekankan pentingnya memperingati Bulan Bahasa sebagai momentum meneguhkan jati diri bangsa.
“Bulan Oktober adalah bulan istimewa bagi bangsa Indonesia. Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tapi simbol persatuan bangsa,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga tiga pilar bahasa nasional.
“Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing,” pesannya.
Suhartatik menutup sambutannya dengan memberikan apresiasi atas kreativitas HMP PBSI yang berhasil mengonsep kegiatan BBN dengan inovatif.
“Saya bangga atas ide cemerlang panitia. Konsep rokat ini menggambarkan kearifan lokal yang sejalan dengan semangat akademik. Semoga UPI Sumenep terus maju di tingkat nasional dan internasional,” pungkasnya. (Yud/Had)


Komentar