|
Menu Close Menu

Gus Hilman Tegaskan Peran Strategis Pesantren dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Probolinggo

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 17.30 WIB

Gus Hilman, Anggota DPRD/MPR saat acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pondok Pesantren Subulul Ma’arif Kamalkuning, Kabupaten Probolinggo.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Probolinggo — Anggota DPR/MPR RI, Muhammad Hilman Mufidi, kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Daerah Pemilihan Jawa Timur II. Kegiatan yang diselenggarakan pada Sabtu, 18 Oktober 2025 itu dipusatkan di Pondok Pesantren Subulul Ma’arif Kamalkuning, Kabupaten Probolinggo, dan dihadiri sekitar 150 peserta dari unsur tokoh masyarakat, pemuda, perangkat desa, hingga santri.


Dalam sambutannya, Gus Hilman menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga eksistensi Indonesia. Menurutnya, pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, melainkan benteng nilai moral bangsa. “Pesantren adalah benteng nilai dan moral bangsa. Karena itu, MPR terus melakukan sosialisasi Empat Pilar di pesantren agar santri mendapatkan pemahaman yang kuat tentang dasar negara,” ujarnya.


Pada sesi penyampaian materi, Gus Hilman memaparkan tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, disertai penjelasan mengenai peran MPR dalam sistem ketatanegaraan. Ia juga menekankan pentingnya literasi konstitusi di era digital untuk mencegah generasi muda terpengaruh oleh disinformasi dan paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan. Acara berlangsung tertib dan interaktif, dengan peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui dialog dan tanya jawab seputar isu kebangsaan yang berkembang.


Gus Hilman juga menyoroti perlunya penguatan kurikulum karakter di pesantren. Ia menyebut bahwa MPR mendorong kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan tokoh agama agar penguatan karakter, literasi kebangsaan, serta nilai kebinekaan dapat menyatu dalam kurikulum tanpa mengganggu metode belajar pesantren yang telah mapan. Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter harus menjadi ruh utama dalam mencetak generasi yang kuat secara moral dan intelektual.


Terkait kontribusi pesantren dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, Gus Hilman menjelaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk berperan dalam berbagai bidang. Pesantren dinilai mampu mengambil peran penting melalui pembinaan generasi muda, penyelenggaraan pendidikan unggul yang moderat, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Pesantren juga berpotensi menggerakkan perekonomian lokal melalui program pemberdayaan ekonomi kreatif dan penguatan literasi serta kepedulian lingkungan bagi para santri dan masyarakat sekitar.


Selain itu, ia menegaskan bahwa pesantren perlu memperluas kolaborasi dengan perangkat desa, pemerintah daerah, dan berbagai institusi lainnya untuk memperkuat posisinya sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. “Jika pesantren konsisten bergerak, maka ia bukan hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi juga pusat lahirnya generasi berkarakter, berilmu, dan siap bersaing menuju Indonesia Emas,” tegasnya.


Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan serta memperkuat peran pesantren sebagai pilar utama pembentuk generasi bangsa yang toleran, berwawasan luas, dan berdaya guna bagi masyarakat. (Hab) 

Bagikan:

Komentar