|
Menu Close Menu

Ning Lia Istifhama: Gelar Pahlawan Nasional untuk Gus Dur Bukti Pengakuan Negara atas Teladan Kemanusiaan dan Pluralisme

Selasa, 11 November 2025 | 09.39 WIB

Lensajatim.id, Jakarta- Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Lia Istifhama, menyampaikan rasa bangga dan haru atas keputusan Presiden Prabowo Subianto yang secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Presiden ke-4 Republik Indonesia.


Penganugerahan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, yang ditetapkan di Jakarta pada 6 November 2025. Gus Dur dinilai berjasa besar dalam bidang politik dan pendidikan Islam, sekaligus menjadi simbol perjuangan kemanusiaan dan demokrasi di Indonesia.


Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (10/11/2025), Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia menegaskan bahwa Gus Dur adalah tokoh universal yang dihormati lintas agama, budaya, dan bangsa.


“Gus Dur adalah simbol kemanusiaan dan pluralisme. Beliau memperjuangkan Islam yang ramah, yang membela kemanusiaan tanpa sekat. Keteladanannya melampaui zaman dan menjadi inspirasi bagi generasi muda bangsa,” ujar Ning Lia dengan penuh kebanggaan.


Menurut putri ulama besar KH. Maskur Hasyim ini, keputusan Presiden Prabowo merupakan bentuk penghargaan negara terhadap perjuangan Gus Dur yang tidak hanya berdimensi politik dan keagamaan, tetapi juga menegaskan nilai-nilai toleransi, demokrasi, dan kemanusiaan universal.


“Sebagai tokoh bangsa, Gus Dur mengajarkan bahwa cinta tanah air dan nilai-nilai kemanusiaan dapat berjalan seiring dengan keimanan. Inilah warisan moral yang terus hidup dalam jiwa bangsa Indonesia,” lanjut Ning Lia.


Ia menambahkan, penganugerahan gelar ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia untuk merefleksikan kembali perjuangan Gus Dur dalam menjaga persatuan nasional, kebebasan berpikir, serta keberagaman sebagai kekuatan bangsa.


“Gus Dur telah membumikan pluralisme dan menjadikannya napas kebangsaan. Kini tugas kita adalah melanjutkan perjuangan beliau dalam menjaga Indonesia yang damai, adil, dan berkeadaban,” pungkas senator asal Jawa Timur tersebut.


Dengan penganugerahan ini, Gus Dur semakin diakui bukan hanya sebagai tokoh Nahdlatul Ulama, melainkan sebagai pahlawan bangsa yang mewariskan nilai kemanusiaan dan kebangsaan lintas generasi. (Had) 

Bagikan:

Komentar