|
Menu Close Menu

Gencarkan Sosialisasi Pilar Kebangsaan, Jiddan Ajak Pekerja dan Pelaku Usaha Bangun Budaya Integritas

Sabtu, 13 Desember 2025 | 16.12 WIB

Jiddan, Anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Gresik.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Gresik– Upaya membumikan nilai-nilai kebangsaan terus digencarkan Anggota MPR RI Thoriq Majiddanor, S.E., S.H., M.HP. Legislator Fraksi Partai NasDem yang akrab disapa Jiddan ini mengajak pekerja, buruh, dan pelaku usaha di Gresik untuk membangun masyarakat yang berintegritas melalui pengamalan Empat Pilar MPR RI.


Hal itu disampaikan Jiddan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertema “Membangun Masyarakat Berintegritas melalui Implementasi Empat Pilar” yang digelar di wilayah Gresik Kota, Senin (8/12/2025). Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari kalangan buruh pabrik hingga pelaku UMKM.


Dalam pemaparannya, Jiddan menegaskan bahwa pembinaan karakter bangsa tidak boleh berhenti pada ruang-ruang pendidikan formal atau birokrasi pemerintahan semata. Dunia kerja dan sektor usaha, menurutnya, justru menjadi arena strategis dalam menjaga nilai kebangsaan sekaligus menopang pembangunan nasional.


Pekerja dan pelaku usaha adalah tulang punggung ekonomi bangsa. Jika nilai-nilai Empat Pilar benar-benar diimplementasikan dalam dunia kerja, maka stabilitas sosial dan ekonomi nasional akan semakin kokoh,” ujar Jiddan.


Ia menekankan bahwa Empat Pilar Kebangsaan, Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, bukan sekadar slogan, melainkan pedoman praktis dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam aktivitas bisnis dan hubungan industrial.


“Bagi pelaku usaha, integritas berarti menjalankan bisnis secara jujur, patuh pada hukum, serta bertanggung jawab terhadap konsumen dan karyawan. Ini bukan hanya etika, tapi juga bentuk pengamalan Pancasila,” tegasnya.


Jiddan kemudian menyoroti Sila Kelima Pancasila, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, sebagai landasan penting dalam menciptakan hubungan kerja yang sehat dan berkeadilan. Menurutnya, keseimbangan hak dan kewajiban antara pengusaha dan pekerja adalah kunci terwujudnya keadilan sosial.


“Pengusaha wajib mensejahterakan pekerjanya, sementara pekerja harus bekerja secara profesional dan produktif. Jika ini berjalan seimbang, maka fondasi ekonomi NKRI akan semakin kuat,” katanya.


Tak hanya itu, Jiddan juga menggarisbawahi pentingnya nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan harmonis. Keberagaman latar belakang suku, agama, dan budaya di tempat kerja harus dikelola dengan semangat toleransi.


“Perbedaan bukan penghalang, justru kekuatan. Tidak boleh ada diskriminasi dalam rekrutmen, pengupahan, maupun jenjang karier. Semua harus diberi kesempatan yang sama,” tambahnya.


Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Salah satu perwakilan buruh, Budi Amsari, mengaku materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi di lapangan.


“Kami jadi semakin paham bahwa menjaga kerukunan di tempat kerja, saling menghormati perbedaan, itu juga bagian dari pengamalan Empat Pilar,” ujarnya.


Kegiatan sosialisasi ditutup dengan komitmen bersama untuk menerapkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan profesional sehari-hari. Jiddan berharap, para pekerja dan pelaku usaha dapat menjadi agen perubahan yang menumbuhkan budaya integritas, sekaligus memperkuat ketahanan nasional dari sektor ekonomi dan dunia kerja. (Had) 

Bagikan:

Komentar