![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama saat bersilaturahmi dengan Dishub Jatim.(Dok/Istimewa). |
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyampaikan penghargaan atas konsistensi Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam menghadirkan program yang berpihak pada masyarakat, khususnya kalangan pekerja dan keluarga berpenghasilan terbatas.
Ning Lia, sapaan akrabnya, menilai mudik gratis bukan sekadar layanan transportasi, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga tanpa terbebani biaya perjalanan.
“Program mudik gratis ini bukan sekadar layanan transportasi, tetapi bentuk kepedulian pemerintah agar masyarakat bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarga tanpa terbebani biaya perjalanan,” ujarnya, Sabtu (28/02/2026).
Selain mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Khofifah, Ning Lia juga memberikan penghargaan khusus kepada Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, atas kesiapan teknis dan manajerial dalam menyukseskan program tersebut.
Menurutnya, koordinasi antara Dinas Perhubungan Jatim, Organda, dan penyedia jasa angkutan laut menjadi faktor kunci kelancaran pelaksanaan mudik gratis setiap tahun.
“Saya juga mengapresiasi Kepala Dishub Jatim Bapak Nyono beserta jajaran yang telah mempersiapkan program ini dengan matang. Ini menunjukkan komitmen pelayanan publik yang serius, mulai dari aspek keselamatan, kenyamanan, hingga ketepatan jadwal,” tegasnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, Pemprov Jatim menargetkan 7.000 pemudik dengan tujuan ke 20 kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur. Sebanyak 4.000 penumpang akan diberangkatkan melalui jalur darat menggunakan armada bus dengan 17 jurusan.
Rute tersebut antara lain Surabaya–Madiun, Magetan, Ponorogo, Nganjuk (via arteri), Tulungagung, Blitar (via Pare), Trenggalek, Bondowoso, Pacitan, Jember, Blitar (via Malang), Banyuwangi (via Jember dan Situbondo), Ngawi, Tuban, Sumenep, dan Bojonegoro. Keberangkatan bus dijadwalkan pada 19 Maret 2026.
Pendaftaran daring dibuka pada 2–4 Maret 2026 selama kuota tersedia, serta pendaftaran langsung pada 8 Maret 2026 hingga kuota terpenuhi.
Selain jalur darat, sebanyak 3.000 penumpang akan dilayani melalui jalur laut dengan estimasi 250 orang dalam 12 kali pemberangkatan. Dua rute kapal laut yang disiapkan adalah Pelabuhan Jangkar (Situbondo) menuju Pulau Raas dan Pulau Sapudi (Sumenep).
Untuk rute Jangkar–Raas, keberangkatan dijadwalkan pada 8, 12, 15, dan 17 Maret 2026. Sedangkan rute Jangkar–Sapudi pada 11 dan 16 Maret 2026.
Pemprov Jatim juga menyediakan layanan angkut motor gratis sebanyak 200 unit guna menekan risiko kecelakaan akibat perjalanan jauh menggunakan sepeda motor saat arus mudik. Pengiriman motor dilayani ke enam daerah tujuan, yakni Banyuwangi, Jember, Tulungagung, Trenggalek, Madiun, dan Ponorogo, dengan jadwal keberangkatan pada 18 Maret 2026.
Untuk arus balik, armada kapal laut telah disiapkan dengan jadwal Raas–Jangkar pada 29 Maret serta 2, 4, dan 6 April 2026, sedangkan rute Sapudi–Jangkar pada 27 dan 31 Maret 2026.
Ning Lia berharap program ini dapat terus berkelanjutan dan diperluas cakupannya di tahun-tahun mendatang.
“Ini adalah kolaborasi yang baik antara kepemimpinan Gubernur Khofifah dan jajaran teknis di Dishub Jatim. Semoga masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, karena kuota terbatas dan manfaatnya sangat besar,” pungkasnya.
Program mudik gratis ini diharapkan tidak hanya membantu mobilitas warga, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kebahagiaan masyarakat Jawa Timur dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. (Red)


Komentar