|
Menu Close Menu

Anggota DPD RI Lia Istifhama Apresiasi RSI Jemursari atas Predikat Pengelolaan Keuangan yang Baik

Rabu, 07 Januari 2026 | 18.12 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat berkunjung ke RSI Jemursari Surabaya.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya— Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyampaikan apresiasi kepada Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya atas capaian predikat pengelolaan keuangan yang baik. Rumah sakit yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) tersebut dinilai berhasil menerapkan tata kelola keuangan yang profesional, transparan, dan akuntabel di tengah dinamika sektor kesehatan yang semakin menantang.


Menurut Lia, capaian ini menjadi bukti bahwa institusi kesehatan berbasis nilai keislaman dan ke-NU-an mampu dikelola secara modern tanpa meninggalkan prinsip amanah.


“RSI Jemursari telah menunjukkan bahwa nilai religius dan profesionalisme bisa berjalan beriringan. Predikat pengelolaan keuangan yang baik ini patut diapresiasi dan dijadikan contoh bagi rumah sakit lain, khususnya milik ormas keagamaan,” ujarnya saat berkunjung ke RSI Jemursari, Senin (6/1/2025).


Ia menegaskan, tata kelola keuangan yang sehat merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan layanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, rumah sakit dinilai mampu menjaga stabilitas operasional sekaligus meningkatkan mutu pelayanan.


“Ketika keuangan dikelola dengan prinsip good governance, dampaknya langsung dirasakan oleh pasien dan tenaga kesehatan,” tambahnya.


Sementara itu, Direktur Utama RSI Jemursari, dr. Bangun Trapsila Purwaka, menjelaskan bahwa capaian tersebut diraih melalui komitmen kolektif seluruh jajaran rumah sakit dalam menerapkan prinsip good corporate governance. Transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran menjadi nilai utama dalam setiap proses pengelolaan keuangan.


“Capaian ini bukan hasil kerja individu, melainkan kerja kolektif seluruh jajaran—mulai dari direksi, manajemen, hingga unit-unit kerja terkait. Kami berkomitmen mengelola keuangan rumah sakit secara tertib, patuh regulasi, dan berorientasi pada keberlanjutan,” jelasnya.


Ia menambahkan, direksi tidak hanya terlibat dalam perumusan kebijakan keuangan, tetapi juga melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaannya.


“Kami melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, bahkan turun langsung memastikan setiap proses berjalan sesuai standar dan prinsip tata kelola yang baik,” ujarnya.


Ke depan, RSI Jemursari berkomitmen mempertahankan sekaligus meningkatkan predikat tersebut demi memperkuat kepercayaan publik. Dengan tata kelola keuangan yang sehat, rumah sakit menargetkan peningkatan kualitas layanan, pengembangan sumber daya manusia, serta perluasan manfaat bagi masyarakat luas. (Red) 

Bagikan:

Komentar