|
Menu Close Menu

Buami, Lansia di Pamekasan Terima Bantuan Paket Sembako dari G25 Indonesia

Minggu, 18 Januari 2026 | 15.57 WIB

Tim Relawan G25 Indonesia saat menyerahkan bantuan kepada Buami.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, PamekasanKondisi Buami (75), seorang lanjut usia yang hidup sendirian di Dusun Bulu, Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mendapat perhatian dari Relawan Yayasan Gerakan Dualima Indonesia (G25 Indonesia).


Buami diketahui menjalani hari-harinya seorang diri tanpa pasangan hidup maupun sanak saudara yang tinggal bersamanya. Dalam keseharian, ia tinggal berdampingan dengan Bu Atmi, warga setempat yang sebelumnya juga telah menerima bantuan dari G25 Indonesia. Kondisi rumah yang ditempati Buami tergolong memprihatinkan. Bangunannya sangat sederhana, dengan bagian dapur dan struktur rumah yang terlihat rapuh dan terancam roboh.


Ketua G25 Indonesia Cabang Pamekasan, Afifuddin, mengatakan bahwa selama ini kebutuhan hidup Buami hanya bergantung pada bantuan sembako dari pemerintah desa setempat serta kepedulian warga sekitar.


“Mbah Buami ini untuk kebutuhan sehari-hari dibantu sembako dari desa setempat, kemudian juga dari pemberian orang,” ujar Afifuddin usai penyaluran bantuan, Minggu (18/1/2026).


Afif menambahkan, Buami sebenarnya memiliki seorang anak yang telah berkeluarga. Namun, anaknya tinggal di desa lain bersama suaminya, sehingga tidak dapat mendampingi Buami secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.


Kondisi tersebut mendorong G25 Indonesia untuk memberikan bantuan berupa paket sembako guna meringankan beban hidup Buami. Bantuan yang disalurkan meliputi beras, minyak goreng, masako, sabun, serta kebutuhan pokok lainnya.


“Bantuan yang kami berikan berupa kebutuhan dasar agar bisa langsung dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari,” jelas Afif.


Ia menyebutkan, nilai bantuan yang disalurkan mencapai lebih dari Rp600 ribu. Bantuan tersebut merupakan hasil donasi para dermawan yang dihimpun oleh G25 Indonesia.


“Jika dinominalkan, bantuan ini sekitar Rp600 ribu lebih. Ini adalah amanah dari para donatur. Semoga bisa membantu meringankan kebutuhan hidup beliau,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Afif menjelaskan bahwa pemberian bantuan sembako ini didasarkan pada hasil survei yang telah dilakukan G25 Indonesia pada 1 Januari 2026. Dari hasil survei tersebut, Buami dinilai sudah tidak memungkinkan untuk menjalankan aktivitas produktif sehingga tidak tepat apabila diberikan bantuan berupa modal usaha.


“Berdasarkan hasil survei, yang bersangkutan tidak bisa produktif. Karena itu, kami fokuskan pada bantuan kebutuhan pokok,” tandasnya.


Melalui kegiatan sosial ini, G25 Indonesia berharap dapat terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok rentan seperti lanjut usia yang hidup dalam keterbatasan dan memerlukan perhatian bersama. (Man) 

Bagikan:

Komentar