![]() |
| Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Hibah Internal Penulisan Buku Ajar (HIPEBA) Unira Malang.(Dok/Istimewa). |
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Galeri Investasi Syariah Unira Malang ini menjadi bagian penting dari proses pendampingan dosen penerima hibah agar mampu menghasilkan buku ajar yang berkualitas dan siap diterbitkan oleh penerbit profesional.
Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Unira Malang Nomor: 03/SK/RRR/I/2026, sebanyak 16 dosen dinyatakan lolos dan berhak menerima hibah HIPEBA 2025. Para penerima hibah diwajibkan menuntaskan manuskrip buku ajar hasil seleksi internal untuk diterbitkan dan diluncurkan secara resmi pada Pekan Riset Unira, Juni 2026.
Ketua LPPM Unira Malang, Abdillah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen yang telah berpartisipasi dalam kompetisi hibah internal tersebut. Ia menegaskan bahwa program HIPEBA merupakan bagian dari visi “kampus berdampak” yang tengah dikembangkan Unira.
“Manuskrip dan karya dosen tidak boleh berhenti di ruang-ruang sepi kampus. Karya ilmiah harus diteruskan menjadi buku agar memberi dampak luas dan memperkuat keterbacaan akademik,” ungkap Abdillah yang akrab disapa Abe.
Ia menambahkan, penerbitan buku ajar tidak hanya berdampak pada kualitas pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana penguatan personal branding dosen sekaligus reputasi institusi di tingkat nasional.
Sementara itu, Wakil Rektor IV Unira Malang, Dr. A. Rafik Maulana, MPd., menegaskan bahwa program HIPEBA menjadi perhatian serius pimpinan universitas. Ia menyampaikan pesan Rektor Unira agar sivitas akademika terus meningkatkan produktivitas dan kualitas karya ilmiah.
“Pak Rektor berpesan agar Unira naik kelas melalui budaya menulis. Ini membutuhkan spirit kolektif dalam membangun ekosistem riset dan literasi akademik yang berkelanjutan,” ujarnya.
Bimtek HIPEBA 2025 menghadirkan narasumber dari Penerbit Rajagrafindo Persada, Umam Yahya, yang memberikan pendampingan teknis sekaligus masukan strategis terkait kualitas naskah dan proses penerbitan buku ajar. Menurutnya, diskusi yang berkembang menunjukkan potensi besar dari manuskrip yang disusun para dosen Unira.
“Banyak naskah yang bagus dan strategis. Kesadaran (awareness) dosen terhadap pentingnya kualitas penulisan sudah mulai tampak. Ini atmosfer yang sangat positif bagi Unira Malang,” kata Umam.
Ia menilai, keberanian dosen menerbitkan manuskrip menjadi buku merupakan indikator tumbuhnya rasa percaya diri dan optimisme dalam pengembangan literasi akademik di lingkungan kampus.
“Ke depan, kepercayaan akademik mahasiswa akan meningkat dan kualitas pembelajaran menjadi lebih sistematis serta tertata. Potensi akademik dosen Unira jelas telah di-encourage dengan baik oleh pimpinan universitas,” pungkasnya.
Selain para penerima hibah, Bimtek ini juga dihadiri para reviewer HIPEBA yang ditetapkan melalui SK Rektor Nomor: 72/SK/RRR/XII/2025, yakni Dr. Sutomo, MPd., Dr. Zainal Abidin, MSi., Dr. Hamidi Rasyid, MPd., dan Dr. AU. Djawahir. Kehadiran para reviewer diharapkan mampu memastikan kualitas akademik buku ajar yang dihasilkan sesuai standar nasional penerbitan ilmiah. (Aud)


Komentar