|
Menu Close Menu

PW GP Ansor Jatim Gandeng PT Multi Arta, Perkuat UMKM Kader Lewat Digitalisasi Transaksi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 20.40 WIB

Penandatanganan MoU PW GP Ansor Jatim dengan PT Multi Arta di Gresik.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Gresik — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Jawa Timur terus memperkuat kemandirian ekonomi kader melalui pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggelar Meeting Kader Ansor Bidang UMKM yang dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama PT Multi Arta, perusahaan penyedia layanan financial technology (fintech).


Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan Berkah Ilahi, Menganti, Gresik, ini dihadiri Ketua PW GP Ansor Jatim H. Musaffa’ Safril, Wakil Ketua PW GP Ansor Jatim Bidang UMKM dan Koperasi H. Ahmad Syaifulloh, Direktur PT Multi Arta Abdul Wahid Azhar, serta perwakilan kader GP Ansor dari delapan Pimpinan Cabang (PC) di Zona Metropolis Jawa Timur, yakni Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Jombang.


Wakil Ketua PW GP Ansor Jatim Bidang UMKM dan Koperasi, H. Ahmad Syaifulloh, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut memuat sejumlah poin strategis. Di antaranya pengembangan UMKM kader Ansor melalui pemanfaatan transaksi keuangan digital berbasis QRIS yang disediakan PT Multi Arta, pendataan potensi UMKM kader Ansor se-Jawa Timur sebagai dasar perencanaan program, serta penerapan skema profit sharing antara PT Multi Arta dan PW GP Ansor Jatim hingga ke tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC).


“Intinya adalah membangun ekosistem UMKM kader Ansor yang lebih modern, tertib administrasi, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi transaksi keuangan,” ujar Ahmad Syaifulloh yang akrab disapa Gus Ipunk, Sabtu (17/1/2026).


Menurutnya, digitalisasi transaksi saat ini menjadi kebutuhan mendesak seiring perubahan perilaku konsumen yang semakin mengutamakan kemudahan, kecepatan, dan keamanan. UMKM yang mampu beradaptasi dengan sistem pembayaran digital dinilai memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan daya saing, terutama di wilayah perkotaan dan kawasan penyangga ekonomi seperti Zona Metropolis Jawa Timur.


Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Jatim H. Musaffa’ Safril menegaskan bahwa penandatanganan MoU tersebut merupakan langkah konkret organisasi dalam mendorong kemandirian ekonomi kader. Pemanfaatan QRIS dinilai tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga meningkatkan profesionalisme dan kredibilitas UMKM kader Ansor.


“Dengan transaksi non-tunai, aktivitas usaha kader Ansor akan lebih mudah dicatat, dipantau, dan dikembangkan. Ini bukan sekadar alat pembayaran, tetapi bagian dari upaya membangun budaya usaha yang transparan dan profesional,” tegas Musaffa’.


Melalui kegiatan ini, PW GP Ansor Jatim berharap terbangun sinergi berkelanjutan antara organisasi, pelaku UMKM kader, dan mitra strategis. Dengan demikian, UMKM Ansor diharapkan tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga meningkat kualitas, daya saing, dan keberlanjutan usahanya di tengah tantangan ekonomi digital. (Had) 

Bagikan:

Komentar