![]() |
| Launching SPPG Pancoran, Bondowoso, Jawa Timur. (Dok/Istimewa). |
Peluncuran SPPG tersebut dihadiri Kepala Desa Pancoran, Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat, Owner dan Kepala SPPG, Ketua MUI Bondowoso KH Asy’ari Pasha, relawan SPPG, serta sejumlah undangan lainnya.
Penanggung Jawab SPPG Desa Pancoran, Ali Hasan Mun’im, menyampaikan bahwa pendirian SPPG dilandasi kepedulian terhadap kesehatan generasi masa depan sekaligus pemberdayaan ekonomi desa.
“SPPG bukan sekadar tempat produksi makanan, tetapi juga wadah pemberdayaan masyarakat. Bahan baku kami utamakan dari petani dan pelaku usaha lokal,” ujarnya.
Ali Hasan menegaskan, pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi warga Desa Pancoran.
Pria yang juga Tenaga Ahli DPR RI ini menyebut SPPG merupakan bentuk dukungan konkret terhadap program peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak usia sekolah dan kelompok rentan.
Menurut Ketua BPP HIPKA itu, sinergi antara kesehatan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal menjadi kunci agar program SPPG berjalan berkelanjutan.
SPPG Desa Pancoran diharapkan menjadi pusat layanan gizi yang tidak hanya menyediakan makanan sehat dan bergizi, tetapi juga menggerakkan potensi ekonomi masyarakat sekitar.
Kepala SPPG Desa Pancoran, Ade, menegaskan bahwa kehadiran SPPG merupakan komitmen mendukung program nasional pemenuhan gizi berkelanjutan.
“Kami mengedepankan kualitas, kebersihan, dan gizi seimbang. Makanan yang disalurkan harus aman, sehat, dan bermanfaat,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh proses pengolahan hingga distribusi dilakukan sesuai standar operasional yang ketat dengan melibatkan tenaga kerja lokal yang telah dibina.
Sementara itu, Kepala Desa Pancoran, Norman Fairani, mengapresiasi hadirnya SPPG di wilayahnya.
“Ini langkah maju bagi Desa Pancoran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama anak-anak sebagai generasi penerus,” tegasnya.
Ia berharap SPPG Desa Pancoran dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam mengelola pelayanan gizi yang terintegrasi dan berbasis potensi lokal.
Dengan diresmikannya SPPG Pancoran, pemerintah desa dan pengelola berkomitmen meningkatkan kualitas layanan, memperluas penerima manfaat, serta menjaga kepercayaan masyarakat melalui pengelolaan yang transparan dan profesional. (Had)


Komentar