|
Menu Close Menu

PKS Jatim Perkuat Ekonomi Rakyat Lewat Pendampingan 1.600 UMKM Sepanjang 2026

Sabtu, 24 Januari 2026 | 20.58 WIB

Kick Off Launching Program Pendampingan 1.600 UMKM PKS Jawa Timur yang digelar Sabtu, (24/1/2026) di Ruang Aula DPW PKS Jatim. (Dok/pksjatim). 
Lensajatim.id, SurabayaDewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui program pendampingan intensif bagi 1.600 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama tahun 2026.


Program tersebut resmi diluncurkan dalam kegiatan Kick Off Launching Program Pendampingan 1.600 UMKM PKS Jawa Timur yang digelar di Aula DPW PKS Jatim, Surabaya, Sabtu (24/1/2026).


Ketua Bidang Pembinaan UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Koperasi (BOEMKraf) DPW PKS Jawa Timur, Wahyu Hermanto, menyampaikan bahwa peserta program berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.


Dari total 1.600 UMKM, sebanyak 150 pelaku usaha mengikuti pendampingan secara langsung di kantor PKS, sementara 1.450 UMKM lainnya mengikuti program secara daring.


Wahyu menegaskan, pendampingan ini dirancang sebagai proses berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Program tersebut menyasar kebutuhan nyata pelaku UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika ekonomi.


“Banyak UMKM memiliki produk berkualitas, tetapi berhenti berkembang karena minim pendampingan. Melalui program ini, kami ingin UMKM tumbuh bersama dan tidak berjalan sendiri,” ujarnya.


Selama satu tahun penuh, peserta akan mendapatkan pembinaan menyeluruh, mulai dari penguatan pola pikir kewirausahaan, pengelolaan usaha, pencatatan keuangan, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran digital.


Target program ini, lanjut Wahyu, bukan hanya menjaga keberlangsungan usaha, tetapi mendorong UMKM naik kelas dengan peningkatan omzet, perluasan pasar, serta kemandirian usaha.


“UMKM adalah tulang punggung ekonomi masyarakat. Karena itu, mereka membutuhkan pendampingan yang konsisten dan terarah agar mampu bersaing dan berkelanjutan,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, menyampaikan apresiasinya terhadap program pendampingan tersebut. Menurutnya, langkah ini merupakan wujud kehadiran PKS dalam menjawab tantangan ekonomi masyarakat secara konkret.


“Ini bukan sekadar program, tetapi solusi nyata. PKS ingin memastikan UMKM benar-benar didampingi hingga mandiri,” kata Bagus.


Ia juga menilai program ini relevan dengan kebutuhan generasi muda, khususnya Gen Z, yang kini semakin banyak terjun ke sektor kewirausahaan dan ekonomi kreatif.


“Program ini menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak muda agar memiliki ekosistem usaha yang kuat dan masa depan ekonomi yang lebih pasti,” ujarnya.


Bagus menambahkan, penguatan UMKM diyakini akan berdampak langsung pada ketahanan ekonomi keluarga serta penciptaan lapangan kerja baru di daerah.


“Ketika UMKM naik kelas, ekonomi keluarga ikut menguat. Inilah pembangunan dari bawah yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” pungkasnya.


Melalui pendekatan terstruktur dan melibatkan mentor berpengalaman, PKS Jawa Timur optimistis program bertajuk Dari Mikro Menuju Mandiri ini mampu melahirkan pelaku UMKM yang tangguh, adaptif, dan menjadi penggerak ekonomi daerah. (Had) 

Bagikan:

Komentar