|
Menu Close Menu

Satgas Ansor Hijau Dorong DLH Sumenep Percepat Penanganan Sampah

Jumat, 23 Januari 2026 | 14.33 WIB

GP Ansor Kabupaten Sumenep saat Silaturahmi dengan DLH Kabupaten Sumenep.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sumenep — Satuan Tugas (Satgas) Ansor Hijau PC GP Ansor Sumenep mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep untuk mempercepat penanganan persoalan sampah yang kian kompleks di wilayah tersebut.


Dorongan itu disampaikan dalam kunjungan dan silaturahmi Satgas Ansor Hijau ke kantor DLH Sumenep, Jumat (23/1/2026).


Rombongan Satgas Ansor Hijau disambut langsung oleh Kepala DLH Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, AP., M.Si., didampingi sekretaris dinas serta sejumlah pejabat terkait.


Dalam sambutannya, Anwar Syahroni Yusuf menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kepedulian Satgas Ansor Hijau terhadap isu lingkungan.


Ia menegaskan, DLH Sumenep terbuka untuk berkolaborasi dengan PC GP Ansor Sumenep, baik dalam penanganan sampah maupun program penghijauan dan reboisasi.


“Kami siap bekerja sama secara penuh. Baik untuk persoalan sampah maupun penghijauan yang selama ini menjadi perhatian Satgas Ansor Hijau,” ujarnya.


Menurut Anwar, ke depan kerja sama tersebut akan dikonkretkan melalui pembahasan program jangka panjang maupun kegiatan insidental yang melibatkan DLH dan Satgas Ansor Hijau.


Sementara itu, Kepala Satgas Ansor Hijau PC GP Ansor Sumenep, Fadarisman, menyampaikan terima kasih atas sambutan dan keterbukaan DLH Sumenep.


Ia menegaskan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam penanganan sampah serta upaya penghijauan di Kabupaten Sumenep.


“Kami siap bekerja bersama DLH demi lingkungan Sumenep yang lebih bersih dan hijau,” kata Fadarisman.


Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris PC GP Ansor Sumenep, Adi Purnomo, menekankan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama.


Menurutnya, penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan DLH atau Satgas Ansor Hijau, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.


“Ini adalah jihad lingkungan. Ikhtiar bersama untuk kemaslahatan generasi mendatang dan umat,” ujarnya.


Adi juga memaparkan hasil kajian Satgas Ansor Hijau terkait persoalan sampah di Sumenep.


Pertama, rendahnya kesadaran individu yang belum diimbangi dengan kesadaran kolektif masyarakat.


Kedua, keterbatasan fasilitas tempat penampungan sementara (TPS), khususnya di kawasan padat penduduk.


Ketiga, perlunya langkah cepat dari DLH dalam mengangkut sampah dari TPS ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) agar tidak menumpuk di tingkat desa maupun kecamatan.


Selain itu, Adi mendorong agar pengelolaan sampah diarahkan menjadi lebih produktif dan bernilai ekonomis.


Ia berharap DLH Sumenep dapat mempercepat penanganan sampah dengan terus membangun kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan. (Yud) 

Bagikan:

Komentar