|
Menu Close Menu

Adu Mekanik di Kursi Panas Sekda Sumenep: Pertarungan Antar 'Gajah' Politik

Selasa, 10 Februari 2026 | 07.05 WIB

Ilustrasi. (Dok/Istimewa). 

Oleh: Abd. Halim


Lensajatim.id, Opini– Kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep kini bukan sekadar jabatan administratif tertinggi bagi ASN di tingkat daerah. Proses seleksi kali ini berubah menjadi panggung "adu mekanik" yang melibatkan kekuatan besar dari pusat. Berdasarkan konstelasi politik terbaru, bursa calon Sekda kini mengerucut pada dua nama kuat yang masing-masing disinyalir membawa "restu" dari tokoh kunci di ibu kota.


Persaingan ini disebut-sebut melibatkan jejaring pengaruh yang tidak main-main. Di satu sisi, terdapat kandidat yang dinilai memiliki kedekatan dan dukungan strategis dari Ketua Banggar DPR RI. Mengingat posisi Banggar yang memegang kunci regulasi anggaran nasional, figur ini dianggap memiliki daya tawar tinggi dalam memastikan harmonisasi kebijakan daerah dengan pusat.

​Di sisi lain, muncul penantang tangguh yang kabarnya disokong oleh kekuatan dari lingkaran Ketua Mahkamah Agung (MA). Kehadiran faksi ini memberikan dimensi berbeda dalam pertarungan; bukan lagi sekadar soal lobi anggaran, melainkan soal pengaruh hukum dan birokrasi yang mapan.


Meski proses seleksi administratif dan asesmen berjalan secara formal, publik dan pengamat politik lokal mulai menarik kesimpulan bahwa hasil akhir akan sangat bergantung pada seberapa kuat "daya tekan" dari kedua bakingan tersebut.


Pertarungan ini diprediksi akan menjadi ujian bagi Bupati Sumenep dalam menentukan pilihan: apakah akan condong pada stabilitas anggaran ataukah pada perlindungan hukum dan birokrasi yang kuat?


Penulis adalah Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ((PC PMII) Sumenep

Bagikan:

Komentar