![]() |
| Aktivis IPNU-IPPNU saat ziarah kubur di Asta Nurul Jadid Blumbungan, Pragaan.(Dok/Istimewa). |
Ziarah berlangsung khidmat dengan diikuti para pengurus dan anggota. Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan tahlil dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu, sekaligus refleksi untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan.
Ketua PK IPPNU Nurul Jadid, Najhatin, menegaskan bahwa ziarah bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum meneguhkan kesadaran historis pelajar.
“Ziarah ini bukan hanya tradisi, tetapi ikhtiar untuk meneladani perjuangan para pendahulu dan memperkuat spiritualitas pelajar. Perjuangan yang kita lakukan hari ini tidak lepas dari jasa dan pengorbanan mereka,” ungkapnya.
Menurutnya, Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperdalam dimensi ruhani sekaligus memperkuat komitmen berorganisasi. Dengan menapaktilasi jejak para pendahulu, pelajar diharapkan mampu menjaga semangat khidmat, disiplin, dan tanggung jawab dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan keteguhan hati agar para kader tetap istiqamah dalam melanjutkan estafet perjuangan organisasi. Melalui Ziarah Safari ini, nilai keteladanan diharapkan tidak hanya dikenang, tetapi benar-benar dihidupkan dalam sikap dan gerak pelajar sehari-hari. (MQ)


Komentar