![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama saat hadir dalam acara Puasa Digital di STIKOSA AWS. (Dok/Istimewa). |
Apresiasi itu disampaikan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, saat menghadiri kegiatan Puasa Digital bersama akademisi dan mahasiswa STIKOSA AWS serta siswa SMK Pra Pancasila 1 Surabaya dan SMK Pra Pancasila 2 Surabaya.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Lia, sapaan akrabnya, mengaku terkesan dengan konsistensi Yayasan STIKOSA AWS dalam menjaga keberlangsungan kaderisasi, baik di tingkat kampus maupun sekolah menengah.
“Senang sekali pada kesempatan kali ini kita bertemu dengan adik-adik mahasiswa dari STIKOSA AWS, juga ada dari siswa SMK Pra Pancasila 1 dan 2,” ujarnya.
Ia menilai sistem regenerasi yang diterapkan berjalan disiplin dan terstruktur. Siswa atau mahasiswa berprestasi didorong untuk melanjutkan pengabdian sebagai tenaga pendidik bagi juniornya.
“Kita benar-benar jadi saksi betapa mereka melakukan keberlangsungan generasinya dengan sangat baik. Siswa yang berprestasi dan berkarya dipilih untuk kemudian mengabdi sebagai guru. Alumni kembali untuk membimbing adik-adiknya. Itu keren sekali,” kata Ning Lia.
Menurutnya, pola yang sama juga diterapkan di lingkungan kampus. Mahasiswa berprestasi diberi kesempatan menjadi dosen muda.
“Di sekolah dan kampus sama. Mahasiswa yang berprestasi ditunjuk sebagai dosen muda untuk mengajar juniornya. Jadi sejak dini mereka dilatih menjadi tenaga pendidik sekaligus leader,” tegasnya.
Putri KH Maskur Hasyim itu menambahkan, model kaderisasi berbasis alumni menjadi langkah strategis untuk menjaga kualitas pendidikan sekaligus membangun karakter kepemimpinan.
Selain memperkuat kompetensi akademik, sistem tersebut juga menumbuhkan jiwa pengabdian dan tanggung jawab sosial. Regenerasi pun berjalan secara alami dan berkelanjutan.
“Model keberlangsungan ini menjadi kekuatan Yayasan AWS dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga siap menjadi pendidik dan pemimpin di lingkungannya,” tandasnya.
Ia berharap pola kaderisasi tersebut terus diperkuat agar mampu membangun ekosistem pendidikan berbasis kolaborasi dan pengabdian, khususnya di Jawa Timur. (Red)


Komentar