Oleh: Masmuni Mahatma
Lensajatim.id, Puisi-Di sela sayap pesawat kuselipkan sisa kata dalam surat
Siapa tahu angin yang hendak lewat
Sapu bersih kisah-kisah berkarat
Di sini, di urat-urat daun jati
Tak kutemukan lagi cincin bermata api
Diantara lekuk jembatan Kota Jakarta
Kain-kain hanya penampung busa
Matahari yang terus kulukis di wajah cemara
Alisnya berkedip kala curah hujan tiba
Cukup mengangguk saat hari kian senja
Diantara hawa dingin sajak WS Rendra
Kucari bilah kata-kata berligir baja
Di sini, di belokan jalan sesak pecahan kaca
Belum jua
Kulihat rembulan berbagi cahaya
Kabut terus berlarian dari bibir jendela
Apa yang di Jakarta dinamai rumus bilangan
Di daerah mirip teka-teki berkepanjangan
Sesekali bekukan rindu kaum hawa
Berulang pula lumutkan harap dalam dada
Siapa lagi yang patut kuliti biji sawo
Di sini, di ruas jalan kau berinama para pahlawan
Tak terhitung doa-doa yang tertawan
Izinkan kali ini aku berbisik pelan
"Kalau lusa kau tetap memenggal mimpi
Kisahmu pasti dipasung di peti mati"
080226


Komentar