|
Menu Close Menu

Bisikan Yang Tersisa

Minggu, 08 Februari 2026 | 11.34 WIB

 



Oleh: Masmuni Mahatma 

Lensajatim.id, Puisi-Di sela sayap pesawat kuselipkan sisa kata dalam surat

Siapa tahu angin yang hendak lewat

Sapu bersih kisah-kisah berkarat

Di sini, di urat-urat daun jati

Tak kutemukan lagi cincin bermata api

Diantara lekuk jembatan Kota Jakarta

Kain-kain hanya penampung busa

Matahari yang terus kulukis di wajah cemara

Alisnya berkedip kala curah hujan tiba

Cukup mengangguk saat hari kian senja


Diantara hawa dingin sajak WS Rendra

Kucari bilah kata-kata berligir baja

Di sini, di belokan jalan sesak pecahan kaca

Belum jua

Kulihat rembulan berbagi cahaya

Kabut terus berlarian dari bibir jendela

Apa yang di Jakarta dinamai rumus bilangan

Di daerah mirip teka-teki berkepanjangan

Sesekali bekukan rindu kaum hawa

Berulang pula lumutkan harap dalam dada

O, negeri sambal lado

Siapa lagi yang patut kuliti biji sawo

Di sini, di ruas jalan kau berinama para pahlawan

Tak terhitung doa-doa yang tertawan


Izinkan kali ini aku berbisik pelan

"Kalau lusa kau tetap memenggal mimpi

Kisahmu pasti dipasung di peti mati"



080226

Bagikan:

Komentar