![]() |
| Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Anggota MPR RI Lia Istifhama.(Dok/Istimewa). |
Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan dan aparatur sipil negara Kemenag Gresik, para kepala madrasah, serta pemangku kepentingan pendidikan keagamaan. Dialog berlangsung terbuka dan produktif, dengan fokus pada evaluasi program serta perumusan langkah berkelanjutan guna memperkuat peran madrasah sebagai pilar pembentukan sumber daya manusia berkarakter.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Ali Faiq, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan pendidikan keagamaan. Ia menyampaikan bahwa momentum ini menjadi refleksi bersama untuk memperkuat peran Kemenag sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik berbasis nilai.
Ali Faiq juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang dinilai konsisten memperhatikan penguatan sumber daya manusia dan pendidikan keagamaan. Menurutnya, sinergi pusat dan daerah merupakan kunci agar program pembinaan di Kabupaten Gresik dapat berjalan optimal.
Dalam dialog tersebut, sejumlah aspirasi strategis disampaikan, di antaranya terkait keberadaan lebih dari 800 madrasah di Kabupaten Gresik yang membutuhkan perhatian berkelanjutan, khususnya dalam aspek pendanaan dan penguatan regulasi. Kondisi ini dipandang sebagai potensi besar yang perlu didukung secara sistematis oleh pemerintah.
Isu pengelolaan aset wakaf juga menjadi perhatian. Banyak kantor layanan keagamaan dan madrasah berdiri di atas tanah wakaf yang memiliki nilai sosial tinggi, namun masih menghadapi kendala regulasi dalam skema pembiayaan negara. Kemenag Gresik berharap adanya kebijakan yang lebih adaptif agar aset wakaf dapat dioptimalkan untuk kepentingan pendidikan dan pelayanan publik.
Selain itu, peningkatan kesejahteraan guru madrasah non-ASN turut menjadi aspirasi penting. Para peserta berharap adanya kebijakan yang mampu mengurangi kesenjangan, sehingga tenaga pendidik dapat lebih fokus menjalankan peran strategisnya dalam mencetak generasi berkarakter dan berdaya saing.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Lia Istifhama mengapresiasi keterbukaan dan semangat kolaboratif Kemenag Gresik. Ia menilai dialog yang dirangkai dengan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan menjadi forum tepat untuk menyelaraskan nilai kebangsaan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
“Pendidikan keagamaan adalah investasi jangka panjang bangsa. Nilai-nilai yang ditanamkan di madrasah sejalan dengan semangat Empat Pilar Kebangsaan dalam membangun moral, akal sehat, dan karakter masyarakat,” ujar senator yang akrab disapa Ning Lia itu.
Ia juga menegaskan pentingnya kesinambungan kebijakan nasional agar program prioritas tidak terhenti oleh dinamika pergantian kepemimpinan. Menurutnya, perencanaan pembangunan nasional harus menjadi komitmen bersama lintas periode demi memastikan anggaran negara benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Melalui dialog yang konstruktif ini, Lia Istifhama menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi Kemenag Kabupaten Gresik di tingkat nasional. Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pun diharapkan menjadi momentum penguatan nilai, perbaikan regulasi, serta peningkatan kualitas pendidikan keagamaan yang berkelanjutan. (Red)


Komentar