![]() |
| Kegiatan PK IPNU-IPPNU Arrahmah Jaddung, Peragaan Sumenep.(Dok/Istimewa). |
Pembukaan diawali dengan istighosah yang dipimpin K. Abdurrauf Basyir. Doa bersama tersebut diikuti jajaran pengurus dan anggota PK IPNU IPPNU Arrahmah, PAC IPNU IPPNU Pragaan, serta para santri. Momentum spiritual ini menjadi fondasi penguatan niat dan komitmen kader dalam menjalankan seluruh rangkaian program.
Ketua PAC IPPNU Pragaan, Kamilatun Jamilah, menilai kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam membangun kualitas kader di bulan suci.
“Ramadan adalah madrasah kehidupan. Kader tidak boleh pasif. Ramadan harus menjadi ruang peningkatan kualitas ibadah sekaligus kualitas organisasi. Di sinilah kader ditempa agar tetap produktif dan progresif,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PK IPPNU Arrahmah, Nailatul Izzah, menegaskan bahwa Ramadan Edukatif bukan sekadar agenda seremonial, tetapi proses pembentukan jati diri kader.
“Selama 15 hari ini, kami ingin membangun tradisi belajar, berproses, dan bertumbuh bersama. Setiap kegiatan harus menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi diri kader dan masa depan organisasi,” ujarnya.
Suasana pembukaan berlangsung khidmat namun penuh semangat. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa Ramadan dipahami bukan hanya sebagai momentum ibadah personal, melainkan sebagai ruang kolektif untuk memperkuat ukhuwah dan militansi berorganisasi.
Melalui Ramadan Edukatif 2026, PK IPNU IPPNU Arrahmah menegaskan komitmennya menjadikan Ramadan sebagai laboratorium kaderisasi, mencetak pelajar Nahdliyin yang beriman kuat, berilmu, serta siap berkhidmat untuk umat dan bangsa. (MQ)


Komentar