|
Menu Close Menu

Momen Imlek 2026, Ketua DPC HKTI Lumajang Perkuat Pesan Toleransi dan Harmoni Jelang Ramadhan

Rabu, 18 Februari 2026 | 10.58 WIB



Lensajatim.id, LumajangSemangat keberagaman dan kerukunan antarumat beragama mengemuka dalam peringatan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kabupaten Lumajang. Momentum ini dinilai menjadi ruang bersama untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat harmoni sosial, terutama menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.


Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lumajang, Muhammad Jamaluddin, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Imlek sebagai jembatan persaudaraan lintas agama dan budaya.


Menurut Jamal, sapaan akrabnya, perayaan keagamaan dan budaya seperti Imlek merupakan aset sosial yang memperkaya identitas bangsa sekaligus memperkokoh persatuan.


“Imlek tahun ini membawa pesan kebersamaan yang sangat kuat. Sebagai bangsa yang majemuk, perbedaan adalah kekuatan kita. Harmoni yang kita jaga hari ini menjadi pondasi ketenangan batin, apalagi kita akan segera menyambut bulan suci Ramadhan,” ujar Jamal, Selasa (17/02/2026).


Ia menegaskan, solidaritas tanpa batas perlu terus ditumbuhkan. Perayaan budaya, lanjutnya, harus menjadi momentum untuk saling menghormati dan berbagi kebahagiaan antarwarga tanpa memandang latar belakang.


Jamal juga menyoroti pentingnya stabilitas sosial bagi kemajuan daerah. Ketenteraman dan kerukunan masyarakat dinilai berdampak langsung pada produktivitas, termasuk bagi para petani di pedesaan yang menjadi binaan HKTI.


“Jika suasana masyarakat kondusif dan rukun, para petani dapat bekerja dengan tenang dan produktif. Ini tentu berpengaruh pada ketahanan pangan dan kesejahteraan bersama,” katanya.


Menjelang Ramadhan, Jamal mengajak umat Muslim di Lumajang mulai membersihkan hati serta memperkuat sikap toleransi sebagai bekal spiritual memasuki bulan puasa. Ia berharap nilai-nilai kebersamaan yang tercermin dalam Imlek dapat menjadi inspirasi menyambut Ramadhan dengan penuh kedamaian.


Dalam ucapan resminya, Jamal mengenakan pakaian bermotif naga, simbol kemakmuran dan keberuntungan dalam tradisi Imlek. Simbol tersebut, menurutnya, mencerminkan harapan akan hasil panen melimpah dan kesejahteraan bagi para petani Lumajang.


“Kami di HKTI Lumajang berkomitmen terus mengawal kerukunan ini. Jika masyarakatnya harmonis, maka fokus memajukan pertanian dan ekonomi kerakyatan akan jauh lebih mudah tercapai,” tegasnya.


Peringatan Imlek 2577 Kongzili di Lumajang pun diharapkan menjadi pengingat bahwa di tengah dinamika zaman, sikap saling menghargai adalah kunci menjaga daerah tetap kondusif, aman, dan sejahtera. (Red) 

Bagikan:

Komentar