![]() |
| Komunitas Kompak saat membersihkan jalan desa. (Dok/Istimewa). |
Kelompok itu adalah Komunitas Kompak, organisasi kepemudaan yang berdiri sejak 2015 dan bermarkas di Dusun Telaga. Selama lebih dari satu dekade, Kompak konsisten mengambil peran sosial di tengah masyarakat, membuktikan bahwa pemuda desa mampu menjadi motor perubahan.
Penasehat Kompak yang juga Kepala Dusun Telaga, Moh. Rifqi, menegaskan bahwa kegiatan bersih-bersih bukan agenda seremonial musiman.
“Program ini bukan hanya karena momentum bulan suci. Sejak awal berdiri, Kompak sudah aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Ini komitmen yang terus kami jaga,” ujarnya, Rabu (25/02/2026).
Aksi yang dilakukan meliputi pembersihan jalan lingkungan, saluran air, hingga sejumlah fasilitas umum. Dengan peralatan sederhana namun semangat besar, para pemuda menyisir titik-titik yang selama ini rawan sampah dan genangan.
Ketua Kompak, Humaidi, menegaskan bahwa keberadaan organisasi harus membawa dampak nyata. Bahkan, ia menekankan pemanfaatan fasilitas komunitas untuk kepentingan publik.
“Kendaraan Kompak harus bermanfaat untuk masyarakat. Prinsip kami jelas: Kompak wajib memberi manfaat. Pemuda di Kompak juga harus menghilangkan stigma negatif tentang pemuda. Kami ingin membuktikan bahwa pemuda adalah solusi, bukan sumber masalah,” tegasnya.
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Selama ini, generasi muda di sejumlah tempat kerap dilekatkan dengan citra kurang produktif. Namun Kompak berupaya mematahkan anggapan itu melalui kerja konkret dan konsisten.
Respons warga pun positif. Salah satu warga Telaga, Bapak Sajuri, menyampaikan apresiasi saat diwawancarai Lensajatim.id.
“Masyarakat sangat terbantu dengan adanya Kompak ini. Kegiatannya positif dan dampaknya langsung terasa bagi lingkungan kami,” tuturnya.
Kehadiran Kompak menjadi bukti bahwa kekuatan perubahan bisa lahir dari desa. Di tengah tantangan sosial dan keterbatasan fasilitas, pemuda Dusun Telaga menunjukkan bahwa kepedulian dan kebersamaan lebih penting daripada sekadar wacana.
Bakti sosial ini bukan hanya tentang menyapu jalan atau membersihkan selokan. Lebih dari itu, ia adalah pesan tegas: ketika pemuda diberi ruang dan kesadaran, mereka mampu menjadi garda terdepan dalam membangun desa dan menjaga harmoni sosial. (MQ)


Komentar