|
Menu Close Menu

Pemuda Katolik Jatim Kehilangan Figur Pembina, Adi Sutarwijono Dikenal Dekat dengan Kaum Muda

Kamis, 12 Februari 2026 | 13.10 WIB

Ketua DPRD Kota Surabaya, Dominikus Adi Sutarwijono. (Dok/Kabarbisnis.com) 
Lensajatim.id, Surabaya Duka mendalam dirasakan keluarga besar Pemuda Katolik Jawa Timur atas wafatnya Ketua DPRD Kota Surabaya, Dominikus Adi Sutarwijono. Sosok yang akrab disapa Mas Awi itu dikenang sebagai figur pembina yang rendah hati dan konsisten mendampingi aktivis muda.


Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Jawa Timur, Christoporus Suryo, menyebut almarhum sebagai pejabat publik yang memiliki kedekatan emosional dengan kader-kader muda, khususnya di lingkungan organisasi kepemudaan Katolik.


Menurut Suryo, Adi Sutarwijono tidak hanya hadir sebagai pejabat, tetapi juga sebagai pembina yang aktif memberi arahan. Almarhum tercatat sebagai Dewan Pembina Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kota Surabaya dan dikenal memberikan dukungan nyata bagi proses kaderisasi.


“Selama kami berinteraksi dengan Pak Adi, banyak agenda yang kami jalankan bersama. Beliau sangat concern terhadap perkembangan ormas-ormas kepemudaan, khususnya aktivis muda,” ujar Suryo dalam keterangannya, Rabu (11/02/2026). 


Ia menuturkan, meski mengemban jabatan strategis sebagai Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono tetap membuka ruang dialog. Rumah dinasnya kerap menjadi tempat diskusi terbuka bagi pengurus Komda maupun Komcab.


“Beliau sering menerima kami untuk berdiskusi di rumah dinas. Sangat humble. Meskipun pejabat, beliau meluangkan waktu untuk pergerakan kaum muda,” tambahnya.


Suryo juga mengenang pesan almarhum yang mendorong agar Pemuda Katolik terus memperluas jangkauan dan memperbanyak kader. Komitmen itu, kata dia, bukan sekadar ucapan.


“Beliau pernah mengatakan, ‘Selama saya masih sehat, saya diundang Pemuda Katolik, di manapun saya akan hadir’,” kenangnya.


Komitmen tersebut dibuktikan dengan kehadiran Adi Sutarwijono dalam berbagai kegiatan organisasi, termasuk menjadi narasumber pada Kursus Kepemimpinan (KKM).


Dominikus Adi Sutarwijono meninggal dunia pada Selasa, 10 Februari 2026, pukul 20.36 WIB di RS MRCCC Siloam Hospitals Jakarta setelah menjalani perawatan intensif.


Ia lahir di Blitar, 4 Agustus 1968. Sebelum berkiprah di dunia politik, Adi lebih dulu meniti karier sebagai jurnalis. Pengalaman tersebut membentuk karakternya sebagai pribadi yang terbiasa mengamati, membaca realitas sosial, serta mendengar sebelum menyampaikan pendapat.


Karier politiknya ditempuh dari bawah. Ia pernah menjabat anggota DPRD Surabaya pada sisa masa jabatan 2009–2014 sejak 2012, kemudian periode 2014–2019. Selanjutnya, ia dipercaya memimpin DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya dan menjabat Ketua DPRD Surabaya selama dua periode, yakni 2019–2024 dan 2024–2029.


Di mata kolega dan aktivis muda, Adi Sutarwijono bukan sosok politisi yang reaktif. Ia dikenal mengedepankan dialog, musyawarah, dan pendekatan persuasif dalam menyikapi berbagai persoalan.


Bagi Pemuda Katolik Jawa Timur, kepergian Mas Awi bukan hanya kehilangan seorang pejabat publik, tetapi juga seorang pembina yang membuka ruang belajar, berdiskusi, dan bertumbuh bagi generasi muda. (Red) 

Bagikan:

Komentar