|
Menu Close Menu

Perpusda Baru di Bangkalan, Indeks Literasi Dipertanyakan

Selasa, 10 Februari 2026 | 15.29 WIB

Foto: Tampak depan gedung Perpusda Bangkalan.


BANGKALAN, lensajatim.id - Rampungnya gedung baru Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bangkalan dinilai sebagai langkah positif dalam pembangunan sektor literasi. Fasilitas yang lebih representatif dibandingkan gedung lama diharapkan mampu meningkatkan minat kunjungan masyarakat ke perpustakaan.


Namun, pengamat mengingatkan bahwa kehadiran gedung baru tidak otomatis berdampak pada peningkatan Indeks Literasi Daerah (ILD) apabila tidak dibarengi dengan program literasi yang terukur dan berkelanjutan.


Pengamat kebijakan publik dan pendidikan, Ahmad Annur, menilai kebijakan literasi di daerah selama ini kerap terjebak pada pendekatan fisik. Pembangunan gedung sering dijadikan indikator keberhasilan, sementara perubahan perilaku membaca masyarakat luput dari evaluasi.


“Literasi tidak diukur dari seberapa megah gedung perpustakaan, tetapi dari sejauh mana perpustakaan itu digunakan sebagai ruang belajar aktif. Kunjungan bisa naik, tapi indeks literasi belum tentu ikut meningkat,” ujarnya. Selasa (10/2/2026).


Ia menambahkan, persoalan minat baca di Bangkalan tidak bisa dipahami secara sederhana. Faktor kultural dan sosio-antropologis turut memengaruhi cara masyarakat memandang literasi.


Menurutnya, karakter masyarakat Madura yang dikenal pekerja keras membentuk pola pikir kolektif yang lebih menghargai praktik langsung dibandingkan aktivitas membaca.


“Bekerja dan praktik langsung sering dianggap lebih bernilai daripada membaca. Membaca kerap dipersepsikan sebagai sesuatu yang teoritis,” tandasnya.


Sementara itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bangkalan optimistis gedung baru Perpusda akan berdampak positif terhadap peningkatan jumlah pengunjung. Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan, Anik Susanti, menargetkan jumlah kunjungan tahun ini melampaui capaian tahun sebelumnya.


“Tentunya targetnya melampaui tahun lalu. Normalnya dalam persentase bulanan kunjungan mencapai 200–300, pastinya di atas itu,” ujar Anik.


Optimisme tersebut ditopang oleh ketersediaan koleksi buku yang cukup memadai. Saat ini, Perpusda Bangkalan memiliki sekitar 32 ribu eksemplar buku dengan 18 ribu judul yang dapat diakses masyarakat.


Di sisi lain, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bangkalan, Ainul Ghufron, menegaskan pihaknya akan terus berinovasi untuk meningkatkan minat baca, salah satunya melalui kerja sama dengan institusi pendidikan.

“Kami menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah agar siswa melakukan kunjungan ke Perpusda. Targetnya tentu meningkatkan minat baca generasi muda Bangkalan,” jelasnya.


Selain itu, pihaknya juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung seperti ruang diskusi, pembenahan dekorasi, serta penguatan sarana penunjang, termasuk jaringan internet.


“Kami ingin perpustakaan menjadi tempat yang menyenangkan dan nyaman. Semua kami upayakan agar terfasilitasi,” tukasnya. (Syaiful)

Bagikan:

Komentar