|
Menu Close Menu

Tebak Pantun Bersama Ning Lia Hidupkan Suasana Haflatul Imtihan Roudlotul Ulum

Rabu, 18 Februari 2026 | 21.58 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat hadir dalam acara Haflatul Imtihan di Yayasan Roudatul Ulum Wirogunan, Kota Pasuruan. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Pasuruan– Haflatul Imtihan dan wisuda santri Yayasan Roudlotul Ulum, Wirogunan, Kota Pasuruan, Selasa (17/2), berlangsung semarak dan penuh kebahagiaan. Ratusan santri, wali murid, serta para undangan larut dalam suasana haru sekaligus gembira.


Momen paling mencuri perhatian terjadi saat Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengajak para santri bermain tebak pantun di tengah rangkaian acara.


Di hadapan Wakil Wali Kota Pasuruan Nawawi, para kiai, ustaz, dan wali santri, Ning Lia, sapaan akrabnya, membuka interaksi dengan pantun ringan.


“Bunga manggis buah pepaya…,” ucapnya menggantung.


Serentak ratusan santri menjawab kompak, “Santri-santri Roudlotul Ulum manis-manis semua!”


Jawaban spontan itu langsung disambut tepuk tangan meriah. Aula pun seketika riuh oleh tawa dan sorak gembira, menciptakan suasana hangat dan penuh kedekatan.


Ning Lia menjelaskan, sesi tebak pantun tersebut sengaja dihadirkan untuk melatih keberanian anak-anak tampil di depan umum. Menurutnya, metode sederhana dan menyenangkan dapat menjadi cara efektif menumbuhkan rasa percaya diri.


“Anak-anak harus dibiasakan tampil, berani menjawab, dan merasa senang saat belajar,” ujarnya.


Ia menekankan bahwa pendidikan tidak selalu harus berlangsung serius dan kaku. Suasana yang cair dan menggembirakan justru mampu membentuk karakter, memperkuat mental, serta menanamkan akhlak mulia.


Di sela interaksi tersebut, Lia juga menyelipkan motivasi agar para santri berani bercita-cita tinggi. Ia mencontohkan sosok Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, sebagai figur anak daerah yang mampu berkiprah di tingkat nasional.


“Santri juga bisa menjadi menteri, menjadi pemimpin bangsa. Yang penting belajar sungguh-sungguh, menjaga akhlak, dan selalu memohon doa orang tua,” pesannya. 


Sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Lia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah, termasuk pendidikan berbasis pesantren.


Haflah Imtihan Roudlotul Ulum tahun ini bukan sekadar seremoni kelulusan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi antara tokoh publik, lembaga pendidikan, dan masyarakat.


Melalui pantun sederhana yang mengundang tawa, Lia Istifhama menyampaikan pesan mendalam: pendidikan harus menyenangkan, membangun kedekatan, dan menumbuhkan mimpi besar bagi setiap anak.


“Semoga anak-anak kita kelak menjadi generasi yang manis akhlaknya, luas ilmunya, dan besar manfaatnya bagi bangsa,” pungkasnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar