![]() |
| Kegiatan Khotmil Quran dan Pengajian Rutin di Rumah Menteri ATR Nusron Wahid. (Dok/Istimewa). |
Kegiatan tersebut dirangkai dengan khataman Al-Qur’an dan pengajian rutin yang selama ini konsisten digelar di rumah tokoh Nahdlatul Ulama tersebut. Sejumlah ulama diundang secara bergantian untuk mengisi tausiyah.
Acara itu sekaligus menjadi rangkaian kegiatan Pengurus Besar IKA PMII, dengan Nusron Wahid bertindak sebagai tuan rumah.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma'ruf, serta Waketum MUI/Ketum Inkopontren KH Marsudi Syuhud.
Hadir pula tokoh NU Idrus Marham, Komisioner BAZNAS RI KH Idy Muzayyad dan Syarifuddin, serta puluhan jamaah dari berbagai daerah di Indonesia.
Firman Syah Ali mengapresiasi konsistensi Nusron dalam membuka ruang silaturahmi dan syiar keagamaan di kediamannya.
“Mas Menteri memang rutin menggelar pengajian di rumahnya. Kebetulan tadi malam menjadi bagian dari rangkaian buka puasa bersama PB IKA PMII. Tuan rumah berikutnya adalah Wakil Menteri Sekretaris Negara dan seterusnya hingga akhir Ramadhan,” ujarnya.
Ia menilai suasana acara berlangsung khidmat, hangat, dan penuh kekeluargaan.
Tausiyah disampaikan Katib Syuriah PBNU, Muqsith Ghozali. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya kader PMII dan IKA PMII peka terhadap dinamika di tubuh NU.
Menurutnya, kader PMII harus hadir memberi kontribusi terbaik dan tidak merasa rendah diri dalam berkhidmat.
“Jangan pernah segan karena kita bukan Gus. Banyak ulama besar lahir dari ketekunan dan keilmuan, bukan semata dari gelar,” pesan Muqsith dalam tausiyahnya.
Usai berbuka dan pengajian, para peserta melanjutkan ramah tamah. Diskusi berlangsung hangat hingga hampir larut malam, mempererat silaturahmi lintas generasi dan daerah. (Man)


Komentar