![]() |
| Ketua DPP PDIP Said Abdullah.(Dok/Istimewa). |
Dalam pernyataannya, Said mengungkapkan bahwa insiden tersebut tidak hanya menjadi kehilangan bagi bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi perhatian serius komunitas internasional. Ia mencatat, terdapat delapan prajurit TNI yang menjadi korban, dengan rincian tiga orang gugur dan lima lainnya mengalami luka-luka.
“Aksi penyerangan terhadap pasukan penjaga perdamaian menunjukkan adanya pelanggaran serius terhadap prinsip kemanusiaan. Sejak Oktober 2024, tercatat telah terjadi 25 kali serangan terhadap properti dan pasukan PBB di Lebanon,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Said menilai, berbagai pelanggaran yang dilakukan Israel selama ini menunjukkan kecenderungan impunitas, termasuk dalam konflik di Gaza, Palestina. Ia mendorong agar momentum ini menjadi titik balik bagi dunia internasional untuk bertindak lebih tegas.
Menurutnya, melalui mekanisme Dewan Keamanan PBB, Mahkamah Internasional, serta Sekretaris Jenderal PBB, diperlukan langkah konkret dalam menegakkan hukum internasional dan menjaga kredibilitas lembaga global.
Said juga menyerukan agar Dewan HAM PBB maupun negara-negara berdaulat mendorong proses hukum terhadap Israel melalui Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Ia menyebut, tindakan yang terjadi telah memenuhi empat unsur pelanggaran berat, yakni genosida (Pasal 6 Statuta Roma), kejahatan terhadap kemanusiaan (Pasal 7), kejahatan perang (Pasal 8), serta agresi.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya pertanggungjawaban langsung atas jatuhnya korban prajurit TNI, termasuk pengakuan resmi dan permintaan maaf dalam forum internasional, serta kesiapan menjalani proses hukum di ICC.
Dalam pandangannya, respons global juga dapat diperkuat melalui langkah diplomatik, termasuk peninjauan kembali hubungan bilateral dengan Israel. Ia mengapresiasi sejumlah negara Eropa seperti Spanyol yang menarik duta besarnya, serta Perancis dan Denmark yang menolak penjualan senjata ke Israel.
Lebih lanjut, Said mengingatkan bahwa Majelis Umum PBB pada 12 September 2025 telah mengadopsi sikap terkait solusi dua negara, yaitu Palestina dan Israel sebagai negara yang berdiri berdampingan. Sebanyak 142 dari 193 negara anggota memberikan pengakuan terhadap kedaulatan Palestina.
“Keputusan tersebut harus segera diimplementasikan oleh Sekjen dan Dewan Keamanan PBB sebagai langkah nyata menjaga perdamaian dunia dan mencegah eskalasi konflik,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Said mengajak seluruh pihak untuk menjadikan momentum ini sebagai refleksi bersama dalam memperkuat nilai kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian global. Ia juga menyampaikan harapan agar solidaritas internasional terus tumbuh demi menciptakan dunia yang lebih damai.
“Selamat Hari Paskah. Semoga kasih dan damai senantiasa menyertai kita semua,” pungkasnya. (Had)


Komentar