|
Menu Close Menu

GP Ansor Sumenep Minta Ada Perhatian Khusus terhadap Kesejahteraan Petani Tembakau

Minggu, 05 April 2026 | 08.29 WIB

Ketua PC GP Ansor Sumenep, KH Qumri Rahman. (Dok/GP Ansor Sumenep). 
Lensajatim.id, Sumenep– Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep mendorong pemerintah untuk lebih serius memperhatikan kesejahteraan petani tembakau, khususnya di wilayah Madura yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi utama di Jawa Timur.


Ketua PC GP Ansor Sumenep, KH Qumri Rahman, menilai peran petani tembakau tidak hanya sebatas pelaku ekonomi, tetapi juga bagian penting dari masyarakat yang turut menggerakkan roda perekonomian nasional. Menurutnya, kontribusi sektor tembakau terhadap penerimaan negara sangat signifikan, sehingga perlu diimbangi dengan kebijakan yang berpihak pada petani.


“Petani tembakau di Madura ini memiliki peran strategis. Mereka bukan hanya penggerak ekonomi daerah, tetapi juga bagian dari masyarakat Nahdliyin yang selama ini konsisten berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya, Minggu (05/04/2026). 


Ia menjelaskan, dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PW GP Ansor Jawa Timur di Malang, terungkap bahwa penerimaan negara dari cukai hasil tembakau pada 2024 mencapai Rp216,9 triliun. Angka tersebut melampaui sejumlah sektor strategis lain, seperti sumber daya alam migas dan nonmigas sebesar Rp207 triliun serta dividen BUMN sebesar Rp85,8 triliun.


“Data ini menunjukkan betapa besar kontribusi sektor tembakau bagi negara. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kesejahteraan petani menjadi perhatian bersama,” tegasnya.


Kiai Qumri menambahkan, Jawa Timur menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam sektor cukai tembakau nasional. Hal ini didukung oleh kuatnya industri rokok serta tingginya produksi tembakau dari daerah-daerah seperti Madura, Situbondo, Probolinggo, Bondowoso, dan Bojonegoro.


Meski demikian, ia menilai implementasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) di lapangan masih perlu diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para petani. Ia berharap distribusi dan pemanfaatan dana tersebut dapat lebih tepat sasaran.


Selain itu, ia juga menyoroti aspek sosial dan kultural, di mana konsumsi rokok di Indonesia banyak berasal dari kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU). Karena itu, menurutnya, keberpihakan terhadap petani tembakau juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesejahteraan warga Nahdliyin.


“Perputaran ekonomi dari sektor ini harus mampu kembali ke petani sebagai pelaku utama. Ini penting agar keseimbangan ekonomi tetap terjaga,” ungkapnya.


Ke depan, GP Ansor Sumenep berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang lebih komprehensif, mulai dari menjaga stabilitas harga pupuk, melindungi hasil panen, hingga memastikan akses distribusi yang adil bagi petani tembakau.


“Mari kita kawal bersama, mulai dari stabilitas harga hingga keadilan bagi petani tembakau, agar kesejahteraan mereka semakin meningkat,” pungkasnya. (Yud) 

Bagikan:

Komentar