|
Menu Close Menu

Gubernur Khofifah Beri Bonus Rp1,845 Miliar untuk Atlet Paralimpik Jatim, Apresiasi 35 Medali ASEAN Para Games 2025

Jumat, 17 April 2026 | 11.14 WIB

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan bonus pada atlet di Gedung Negara Grahadi Surabaya.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Surabaya– Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi nyata kepada para atlet paralimpik yang mengharumkan nama daerah di ajang ASEAN Para Games XIII Thailand 2025. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bonus total Rp1,845 miliar kepada 15 atlet dan dua pelatih berprestasi.


Penyerahan penghargaan tersebut berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (15/4), didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono dan Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Timur Imam Kuncoro.


Dalam ajang internasional tersebut, kontingen Jawa Timur sukses menyumbangkan 35 medali yang terdiri dari 10 emas, 19 perak, dan 6 perunggu. Para atlet berlaga di enam cabang olahraga, yakni para atletik, para renang, para panahan, para bulu tangkis, para tenis meja, dan voli duduk.


Gubernur Khofifah menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas dedikasi serta semangat juang para atlet dan pelatih. Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti konsistensi pembinaan olahraga paralimpik di Jawa Timur yang berjalan terarah.


“Alhamdulillah atlet paralimpik Jatim telah memberikan dedikasi terbaiknya dan terus mencetak prestasi, termasuk di ASEAN Para Games ini,” ujarnya.


Khofifah menekankan pentingnya keseimbangan antara latihan fisik dan penguatan mental dalam menghadapi kompetisi yang dinamis. Menurutnya, dua aspek tersebut menjadi fondasi utama dalam mencetak atlet berprestasi.


“Disiplin dalam latihan fisik dan ketahanan mental harus berjalan beriringan. Tantangan di setiap kompetisi selalu berbeda dan dinamis,” ungkapnya.


Ia juga menyoroti pentingnya dukungan berbasis sport science, termasuk peran Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dalam meningkatkan performa atlet. Ke depan, Pemprov Jatim akan mengkaji pengembangan pusat pelatihan terintegrasi yang lebih efektif dan inklusif bagi atlet paralimpik.


Selain itu, Khofifah mendorong adanya pemetaan kekuatan atlet, baik di tingkat nasional maupun internasional, guna memperkuat strategi pembinaan.


“Pemetaan kompetitor sangat penting agar kita memiliki gambaran kekuatan atlet dari berbagai negara dan dapat menyusun strategi yang tepat,” jelasnya.


Lebih dari sekadar seremoni, Khofifah menegaskan bahwa bonus yang diberikan merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras dan perjuangan panjang para atlet.


“Para atlet ini adalah inspirasi. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi,” tegasnya.


Ia berharap apresiasi tersebut mampu memotivasi atlet dan pelatih untuk terus meningkatkan kemampuan serta menjaga konsistensi prestasi di masa mendatang.


Sementara itu, Ketua NPCI Jawa Timur Imam Kuncoro menyebut keberhasilan ini merupakan hasil dari proses pembinaan berkelanjutan yang terukur.


“Prestasi tidak lahir secara instan, tetapi melalui proses panjang dan penuh kesabaran. Ini adalah hasil investasi pembinaan yang konsisten,” katanya.


Ia mengungkapkan, pihaknya bersama Pemprov Jatim terus melakukan penjaringan atlet muda. Pada Oktober 2025, NPCI berhasil menjaring sekitar 350 calon atlet dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur sebagai generasi penerus.


Imam juga mengapresiasi perhatian Gubernur Khofifah yang dinilai memberikan dorongan moral bagi atlet disabilitas untuk terus berprestasi.


“Ini menunjukkan negara hadir dan memberi ruang yang luas bagi olahraga disabilitas untuk berkembang,” ujarnya.


Salah satu atlet para renang, Mutiara Cantik, turut mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan. Ia menyebut setiap medali yang diraih merupakan hasil perjuangan panjang yang tidak mudah.


“Setiap detik latihan adalah perjuangan melampaui batas fisik dan mental. Yang menguatkan saya adalah membawa nama besar Jawa Timur,” katanya.


Ia berharap apresiasi dari pemerintah dapat menjadi motivasi tambahan bagi atlet paralimpik untuk terus berprestasi di ajang berikutnya.


“Terima kasih atas dukungan yang luar biasa. Ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus berjuang,” pungkasnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar