|
Menu Close Menu

Gubernur Khofifah Resmikan Gedung Gus Dur RSU Muslimat Ponorogo

Sabtu, 04 April 2026 | 13.43 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan Gedung KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di RSU Muslimat Ponorogo. (Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Ponorogo– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di RSU Muslimat Ponorogo sebagai tonggak penguatan layanan kesehatan inklusif berbasis keumatan sekaligus modernisasi fasilitas medis di daerah.


Peresmian ini menjadi semakin istimewa dengan kehadiran Rais ‘Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Arifatul Choiri Fauzi. Kehadiran para tokoh nasional tersebut menandai kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendukung transformasi layanan kesehatan yang telah dibangun RSU Muslimat Ponorogo selama 40 tahun.


Gedung yang diberi nama Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini memiliki tujuh lantai dan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas serta kualitas layanan, baik dari sisi fasilitas, teknologi, maupun pelayanan kepada pasien. Momentum ini sekaligus meneguhkan komitmen RSU Muslimat Ponorogo dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif, humanis, dan berpihak pada masyarakat.


Khofifah menegaskan bahwa pembangunan gedung tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol penguatan layanan kesehatan yang profesional dan berorientasi pada kemanusiaan.


“Ini bukan hanya pembangunan gedung, tetapi penguatan kualitas layanan agar semakin profesional, inklusif, dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya. 


Menurutnya, penamaan gedung dengan nama Gus Dur mengandung makna mendalam sebagai pengingat nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil. Nilai tersebut diharapkan menjadi ruh dalam setiap pelayanan kesehatan di RSU Muslimat Ponorogo.


Lebih lanjut, Khofifah menyebut pembangunan ini merupakan bagian dari transformasi kelembagaan rumah sakit menuju standar layanan yang lebih tinggi dan berdaya saing. Ia optimistis RSU Muslimat Ponorogo dapat berkembang menjadi pusat layanan unggulan (center of excellence), khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak, serta berpotensi menjadi episentrum layanan infertilitas.


Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi, termasuk Mohammad Nuh dan Abdul Hakim Mahfudz, serta dukungan dari sejumlah lembaga seperti Bank Mega Syariah dan LAZISNU Ponorogo.


“Keberhasilan ini adalah buah dari sinergi dan kolaborasi. Jika terus dijaga, insyaAllah RSU Muslimat Ponorogo akan menjadi rujukan layanan kesehatan yang kredibel dan terpercaya,” tambahnya.


Sebagai bagian dari rangkaian acara, turut diserahkan berbagai bantuan, antara lain 100 bibit tanaman buah dari Dinas Kehutanan Jatim, bantuan ambulans dari Bank Mega Syariah dan LAZISNU Ponorogo, serta 20 kursi tunggu pasien dari Bank Jatim Cabang Ponorogo guna meningkatkan kenyamanan layanan.


Sementara itu, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyampaikan bahwa kehadiran gedung baru ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran perempuan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut selaras dengan visi pembangunan nasional dalam penguatan sumber daya manusia dan kesetaraan gender.


Peresmian Gedung Gus Dur ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan panjang pengabdian RSU Muslimat Ponorogo selama empat dekade. Dengan fasilitas yang semakin modern dan dukungan berbagai pihak, rumah sakit ini diharapkan semakin siap menjawab tantangan pelayanan kesehatan di masa depan.


Di akhir acara, Khofifah juga menyampaikan pesan kemanusiaan global, mengajak perempuan di seluruh dunia untuk bersatu menyerukan perdamaian.


“Dari Ponorogo, kita mengajak perempuan dunia untuk bersatu menyuarakan penghentian konflik dan membangun perdamaian,” pungkasnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar