|
Menu Close Menu

Karya Mahasiswi UIN Madura Tembus Jurnal Nasional, Angkat Harmoni Lintas Agama di Dunia Kerja

Rabu, 01 April 2026 | 19.35 WIB

Mahasiswi UIN Madura Nuri Wahda Salsabila Usmany. (Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Pamekasan – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa UIN Madura. Nuri Wahda Salsabila Usmany, mahasiswi Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), berhasil mempublikasikan karya ilmiah tugas akhirnya dalam jurnal bereputasi nasional terindeks SINTA 2.


Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga turut mengharumkan nama institusi di tingkat nasional. Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Tadris IPS mampu bersaing secara akademik melalui karya ilmiah yang berkualitas.


Publikasi ilmiah ini juga menjadi salah satu syarat kelulusan tanpa skripsi, menandai semakin berkembangnya alternatif jalur akademik berbasis riset dalam dunia pendidikan tinggi.


Dalam penelitiannya, Nuri bersama dosen pembimbingnya, Itaanis Istianah, mengangkat tema interaksi sosial lintas agama di lingkungan kerja, sebuah topik yang relevan dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk.


Penelitian tersebut mengambil studi kasus di Vihara Avalokitesvara Pamekasan, sebuah tempat ibadah umat Buddha yang mempekerjakan tenaga kerja dari berbagai latar belakang agama.


Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam dengan pekerja Muslim serta pengunjung non-Muslim, dan dokumentasi.


“Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial yang terjadi di lingkungan vihara tersebut bersifat asosiatif, ditandai dengan kerja sama, akomodasi, dan saling menghormati,” ujar Nuri, Rabu (1/4/2026).


Lebih jauh, interaksi yang awalnya didorong oleh motif ekonomi berkembang menjadi hubungan sosial yang lebih luas. Nilai-nilai seperti kepercayaan, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan agama tumbuh secara alami di lingkungan kerja tersebut.


Para pekerja Muslim, misalnya, menunjukkan strategi adaptif dengan menjaga profesionalitas, membangun komunikasi yang santun, serta memahami batasan saat berlangsungnya ritual keagamaan. Di sisi lain, keterbukaan institusi serta dukungan keluarga turut memperkuat rasa nyaman dan keterikatan sosial para pekerja.


Penelitian ini dinilai memberikan kontribusi penting dalam kajian hubungan antaragama, khususnya dalam menunjukkan bahwa interaksi sehari-hari di tempat kerja dapat menjadi ruang nyata dalam membangun toleransi dan harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural.


Dosen pembimbing, Itaanis Istianah, berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya melalui penelitian ilmiah yang relevan dengan isu-isu sosial kontemporer.


“Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa FTIK UIN Madura mampu menjadi agen perubahan dalam membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis,” tegasnya. (Man)

Bagikan:

Komentar