![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menerima penghargaan dalam acara Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Surabaya. (Dok/Istimewa). |
Lensajatim.id, Surabaya – Kiprah Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, kembali menuai apresiasi. Sosok yang akrab disapa Ning Lia ini meraih dua penghargaan sekaligus, yakni KWP Award sebagai Senator Penguat Kebijakan Publik serta penghargaan Tokoh Perempuan Inspiratif dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Surabaya.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Koordinatoriat Wartawan Parlemen sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi Lia dalam memperkuat kebijakan publik berbasis aspirasi masyarakat.
Pada puncak acara yang digelar di Surabaya, penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Timur. Momentum ini sekaligus menegaskan konsistensi Lia dalam menghadirkan kebijakan yang dinilai berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Dalam keterangannya, Lia menegaskan bahwa penghargaan yang diterimanya bukan sekadar simbol, melainkan amanah yang harus dijaga dengan kinerja nyata.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus menghadirkan kebijakan publik yang benar-benar berangkat dari kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya, Kamis (16/4/2026), malam.
Ia menjelaskan, peran anggota DPD RI tidak hanya berada di level pusat, tetapi juga sebagai penghubung antara pemerintah pusat dan daerah. Untuk itu, Lia mengedepankan pendekatan “mudun ngisor” atau turun langsung ke masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, ia rutin menyerap aspirasi warga, berdialog dengan pemerintah daerah, serta memahami persoalan di lapangan untuk kemudian diperjuangkan menjadi kebijakan di tingkat nasional.
“Logikanya sederhana, kebijakan yang baik harus dimulai dari bawah. Kita dengarkan masyarakat dan pemerintah daerah, lalu kita dorong menjadi kebijakan di pusat,” jelasnya.
Sebagai anggota Komite III DPD RI, Lia memberikan perhatian pada sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Menurutnya, ketiga sektor tersebut menjadi fondasi penting dalam pembangunan berkelanjutan.
“Layanan pendidikan, kesehatan, hingga ketenagakerjaan harus terus diperkuat karena menyangkut keberlangsungan pembangunan bangsa,” tegasnya.
Selain aktif di parlemen, Lia juga dikenal responsif terhadap berbagai isu aktual, baik di lapangan maupun di ruang digital. Gaya komunikasinya yang santai namun efektif membuatnya dekat dengan berbagai kalangan, termasuk generasi muda.
Kepercayaan publik terhadap Lia tercermin dari capaian suara signifikan pada Pemilu lalu yang mencapai 2.739.123 suara. Tak hanya itu, berdasarkan survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), tingkat kepuasan publik terhadap kinerjanya mencapai 70,5 persen, tertinggi di antara legislator Jawa Timur.
Lia juga memiliki latar belakang keluarga Nahdlatul Ulama. Ia merupakan putri dari KH Masykur Hasyim dan Hj Aisyah, yang turut membentuk karakter kepemimpinannya yang religius dan membumi.
Di luar aktivitas politik, Lia aktif menulis artikel dengan berbagai tema, mulai dari politik, pendidikan hingga kepemimpinan perempuan. Baginya, literasi menjadi instrumen penting dalam memperkuat fungsi pengawasan dan perumusan kebijakan.
Ia menegaskan, penghargaan yang diraih bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses panjang dalam mengawal kepentingan daerah di tingkat nasional.
“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk masyarakat Jawa Timur. Saya akan terus memastikan suara mereka hadir dalam setiap kebijakan yang dibahas di pusat,” pungkasnya. (Red)


Komentar