|
Menu Close Menu

Lia Istifhama, Senator Idola yang Hadir dengan Hati untuk Masyarakat

Rabu, 01 April 2026 | 13.31 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menerima apresiasi sebagai “Senator Idola” dari Radar Surabaya.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Surabaya— Senyum hangat tak lepas dari wajah Lia Istifhama saat menerima apresiasi sebagai “Senator Idola” dari Radar Surabaya, Selasa (31/03). Bagi perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu, penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan amanah untuk terus dekat dengan masyarakat.


Sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia dari Jawa Timur, Ning Lia dikenal bukan hanya karena kecerdasannya, tetapi juga karena ketulusan dalam mendengar dan merespons aspirasi rakyat. Ia hadir bukan sekadar sebagai wakil daerah di Senayan, tetapi sebagai sosok yang benar-benar ingin memahami denyut kehidupan masyarakat.


Tumbuh dari keluarga yang menjunjung tinggi pendidikan, putri KH Masykur Hasyim ini membawa nilai-nilai itu dalam setiap langkahnya. Baginya, politik bukan sekadar kebijakan, tetapi tentang menghadirkan solusi nyata—mulai dari pendidikan anak, pemberdayaan perempuan, hingga perhatian terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat kecil.


Di berbagai kesempatan, Ning Lia kerap turun langsung ke lapangan, berdialog dengan warga, menyerap keluh kesah, hingga mencari jalan keluar bersama. Ia percaya, kebijakan yang baik lahir dari kedekatan dan kepekaan terhadap realitas di masyarakat.


Tak hanya di ruang politik, Ning Lia juga dikenal sebagai motivator dan penggiat budaya. Melalui karya, gagasan, dan cara bertuturnya yang hangat, ia mengajak generasi muda untuk berani bermimpi sekaligus mencintai akar budaya bangsa.


Penghargaan “Senator Idola” yang ia terima seolah menjadi cermin dari perjalanan panjang itu—tentang kerja, kepedulian, dan ketulusan. Namun bagi Ning Lia, perjalanan belum selesai.

“Penghargaan ini adalah pengingat untuk terus berbuat lebih baik dan lebih dekat dengan masyarakat,” seolah menjadi pesan yang ia bawa dalam setiap langkahnya.


Di tengah dinamika politik yang kerap terasa berjarak, sosok Lia Istifhama hadir dengan pendekatan berbeda: lebih hangat, lebih membumi, dan penuh empati. (Red)

Bagikan:

Komentar