![]() |
| Santri dan alumni Pondok Pesantren Al Qororul Makien, Cecce’, Prenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep saat ziarah kubut. (Dok/Istimewa). |
Sejak sore hari, para santri dan alumni dari berbagai daerah telah berdatangan. Mereka berkumpul untuk melaksanakan istighatsah dan khotmil Qur’an sebagai bentuk khidmah (pengabdian) kepada guru yang telah mendidik mereka. Suasana berlangsung khidmat, dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, shalawat, dan doa bersama yang menggema di area pemakaman.
Acara khotmil Qur’an dibuka dengan tawassul yang dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren Al Qororul Makien, K. Mohammad Tibyan Syuja’. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan shalawat, dan ditutup dengan doa oleh K. Waqid Ishomuddin.
Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menyampaikan pesan tentang pentingnya adab dan penghormatan kepada guru. Disebutkan bahwa keberkahan guru merupakan sesuatu yang nyata, meski tak terlihat, namun dampaknya dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Barokah guru itu seperti angin, tidak tampak tetapi terasa. Ilmu yang bermanfaat, ketenangan hati, hingga kesuksesan hidup tidak hanya diperoleh dari kecerdasan intelektual, tetapi dari adab dan pengabdian yang tulus kepada guru,” ungkap salah satu panitia.
Selain itu, disampaikan pula kisah yang menggambarkan kuatnya keyakinan seorang murid terhadap gurunya. Diceritakan bahwa ada seorang santri yang bertawassul di sebuah maqbaroh yang diyakini sebagai makam gurunya. Meski kemudian muncul keraguan dari sebagian pihak, keyakinan dan husnuddhan (prasangka baik) sang murid tetap tidak tergoyahkan. Berkat keyakinan tersebut, hajat yang diinginkan dikisahkan dapat terkabul.
Peringatan haul ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan spiritual antara santri, alumni, dan para guru, sekaligus menguatkan nilai-nilai tradisi keilmuan dan sanad yang bersambung hingga Rasulullah SAW.
Rangkaian kegiatan haul pertama KH. Ahmad Syuja’ Hasyim dijadwalkan akan berlangsung pada Ahad, 5 April 2026, dengan berbagai agenda lanjutan yang akan dihadiri oleh para kiai, santri, dan masyarakat luas. (MQ)


Komentar