![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama saat berkunjung ke Polteksi di Gresik.(Dok/Istimewa). |
Menurut senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut, Polteksi tidak hanya menjalankan program pertukaran pelajar (student exchange), tetapi juga mampu menunjukkan kualitas nyata melalui tingginya tingkat penyerapan lulusan di dunia kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri seperti Jepang dan Korea.
“Keberhasilan lulusan menembus pasar kerja internasional menjadi indikator kuat bahwa kurikulum yang diterapkan mampu mencetak tenaga kerja yang kompetitif dan siap pakai di berbagai sektor industri modern,” ujarnya, Rabu (06/05/2026).
Ning Lia menilai, kehadiran Polteksi menjadi bagian penting dalam penguatan industri di era 5.0, terutama melalui integrasi teknologi, sistem mesin, dan otomasi yang terus berkembang. Kampus vokasi ini dinilai mampu menjawab tantangan zaman dengan pendekatan pendidikan yang adaptif dan kolaboratif.
Salah satu inovasi mahasiswa yang turut mendapat perhatian adalah aplikasi VEGO. Platform ini dirancang untuk membantu pedagang sayuran mengurangi limbah pangan (food waste) dengan memberikan klasifikasi penggunaan produk berdasarkan durasi waktu tertentu.
Inovasi tersebut dinilai sebagai bukti bahwa Polteksi responsif terhadap persoalan riil di masyarakat, sekaligus mampu menghadirkan solusi teknologi yang aplikatif bagi pelaku usaha kecil.
“Polteksi telah membuktikan diri sebagai kampus BUMN berbasis industri. Keunggulan mahasiswa bukan sekadar konsep, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.
Dalam kunjungan yang sama, Ning Lia juga mendorong penguatan peran mahasiswa melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Ia menilai, program tersebut menjadi jembatan penting bagi generasi muda untuk mengakses pendidikan tinggi, khususnya di sektor vokasi.
Direktur Polteksi, Erlina Diamastuti, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Lia Istifhama dalam mendukung program beasiswa di kampusnya. Ia menyebut, peran tersebut tidak hanya sebatas bantuan finansial, tetapi juga membuka jalan bagi mahasiswa untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Kunjungan ini membuat kami semakin dekat dengan Dewan dan pemerintah. Kami berharap mahasiswa memanfaatkan beasiswa ini dengan sungguh-sungguh agar menjadi jembatan menuju kesuksesan,” ujarnya.
Di hadapan mahasiswa, Ning Lia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dalam demokrasi serta menghindari praktik politik uang. Ia menyebut posisinya di parlemen sebagai “terminal” untuk menyalurkan program pemerintah agar tepat sasaran, termasuk kepada mahasiswa.
Lebih jauh, ia mengajak generasi muda Polteksi untuk tidak bersikap apatis terhadap politik, sekaligus terus mengasah kreativitas di era digital. Ia berharap lulusan Polteksi tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga mampu tampil sebagai pemimpin dan inovator di sektor industri.
“Jadilah generasi yang menghadirkan karya. Tunjukkan inovasi yang kalian miliki agar dunia tahu bahwa dari Polteksi, Indonesia tidak akan kekurangan solusi di bidang energi maupun teknologi,” pesannya.
Kegiatan ditutup dengan suasana hangat melalui pantun motivasi yang disampaikan Ning Lia, mengajak mahasiswa untuk melupakan kegagalan masa lalu dan fokus membangun karya nyata.
Ia pun menegaskan harapannya agar Polteksi terus konsisten mencetak generasi unggul yang mampu membawa Indonesia bersaing di tingkat global, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. (Red)


Komentar