|
Menu Close Menu

DPRD Surabaya Dorong Penataan Lapak Kurban Lebih Tertib, Ekonomi Warga dan Ketertiban Kota Harus Sejalan

Kamis, 21 Mei 2026 | 22.54 WIB

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno saat meninjau lapak penjualan hewan kurban milik Pak Gani di kawasan Jalan Nginden Semolo, Surabaya. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Anas Karno, meminta jajaran aparatur kelurahan lebih proaktif dan responsif dalam mengawal penataan lapak penjualan hewan kurban di berbagai wilayah Kota Surabaya.


Sebagai pimpinan komisi yang membidangi hukum dan pemerintahan, Anas menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tingkat wilayah menjadi bagian penting untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi masyarakat dan ketertiban lingkungan perkotaan.


Hal tersebut disampaikan Anas saat meninjau langsung lapak penjualan hewan kurban milik Pak Gani di kawasan Jalan Nginden Semolo, Surabaya, Kamis (21/05/2026).


Dalam kunjungan itu, Anas juga berdialog dengan pelaku usaha untuk mendengar langsung kondisi ekonomi yang dihadapi menjelang Iduladha.


Pak Gani, pedagang hewan kurban yang telah menjalankan usahanya selama 30 tahun, mengaku penjualan tahun ini mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya.


“Tahun ini penjualan menurun karena faktor ekonomi, saat ini baru laku sekitar 60-an ekor. Pembeli yang datang mayoritas pelanggan lama sejak saya masih jualan di Baratajaya dulu. Di lokasi baru ini, situasinya memang agak sepi mendekati hari H,” ujar Pak Gani.


Di tengah tantangan ekonomi tersebut, Pak Gani tetap berupaya menjaga kenyamanan lingkungan sekitar lapak, terutama karena lokasi usaha berada di kawasan permukiman padat penduduk.


“Setiap sore, bekas sisa pakan langsung kami gunakan untuk menutupi kotoran hewan agar mengurangi bau tajam. Yang paling utama adalah kami pamit, permisi, dan selalu kula nuwun dengan warga sekitar,” jelasnya.


Anas Karno mengapresiasi langkah mandiri yang dilakukan pedagang dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan.


Menurutnya, kesadaran pelaku usaha perlu diimbangi dengan pendampingan aktif dari aparatur wilayah agar potensi persoalan sosial maupun lingkungan dapat dicegah sejak awal.


Ia menekankan peran lurah dan camat tidak hanya terbatas pada aspek administrasi, tetapi juga memastikan kondisi lapangan tetap kondusif melalui pengawasan dan pemetaan yang tepat.


“Keberadaan lapak ini sangat membantu ekonomi masyarakat kecil. Oleh karena itu, kelurahan harus hadir memberikan atensi penuh, bukan hanya soal izin lokasi. Aparatur wilayah harus turun memastikan penempatan lapak aman, tidak memakan badan jalan, saluran air tetap berfungsi, dan pengelolaan limbahnya beres sejak awal,” tutur Anas Karno.


Menurut Anas, penataan lapak hewan kurban yang baik akan mendukung pelaksanaan Iduladha yang tertib, nyaman, dan tetap menjaga kualitas lingkungan kota.


Ia optimistis sinergi antara pemerintah wilayah dan pelaku usaha dapat menciptakan suasana Iduladha yang aman sekaligus memberikan ruang bagi pelaku ekonomi kecil untuk tetap tumbuh.


“Pedagang kecil harus kita dukung agar tetap berdaya, namun aturan hukum dan estetika Kota Surabaya juga wajib kita jaga bersama secara disiplin,” pungkas Anas. (Red) 

Bagikan:

Komentar