![]() |
| Silaturahmi Pimpinan DPRD Kota Surabaya ke PCNU Kota Surabaya.(Dok/Istimewa) |
Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri hadir bersama Wakil Ketua DPRD Bahtiyar Rifai dan Laila Mufidah. Kehadiran jajaran pimpinan legislatif itu disambut langsung Ketua PCNU Surabaya Masduki Toha.
Syaifuddin mengatakan silaturahmi dengan organisasi masyarakat memiliki arti penting dalam membangun komunikasi dan memperkuat kolaborasi untuk kemajuan daerah.
Menurutnya, banyak inspirasi dan pandangan yang dapat diperoleh dari ulama maupun organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama, terutama dalam menyusun konsep pembangunan dan kehidupan sosial masyarakat.
“Silaturahim mampu memberikan banyak inspirasi, apalagi dengan ormas besar NU,” ujar Syaifuddin.
Ia menegaskan, hubungan antara pemimpin dan ulama harus berjalan beriringan. Arahan serta pandangan ulama dinilai menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola kota yang lebih baik.
“Segala arahan ulama itu penting. Jadi pemimpin itu harus berdampingan dengan ulama,” tegasnya.
Selain itu, Syaifuddin mendorong para pemimpin untuk aktif menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, silaturahmi menjadi sarana untuk memahami persoalan yang berkembang sekaligus merancang arah pembangunan yang lebih tepat.
“Tidak lengkap jika tidak melakukan isra. Jadi perjalanan untuk mencari tahu, mendapatkan satu arahan, agar kita paham atas apa yang sesungguhnya yang kita bisa lakukan di kota ini,” ungkap Syaifuddin Zuhri.
Ketua PCNU Surabaya Masduki Toha menyambut positif kunjungan pimpinan DPRD Surabaya tersebut. Ia menilai pertemuan itu menunjukkan pentingnya sinergi antara ulama dan pemimpin dalam menjalankan tanggung jawab sosial maupun pemerintahan.
“Hari ini menunjukkan awal (ketua DPRD) paham betul bahwa ulama dan umara ini harus jalan,” kata Masduki.
Masduki mengungkapkan, silaturahmi tersebut menjadi momentum yang berbeda karena untuk pertama kalinya pimpinan DPRD Surabaya melakukan kunjungan resmi ke PCNU Surabaya.
Ia menjelaskan, selama ini hubungan antara DPRD Surabaya dan PCNU Surabaya berjalan baik, namun belum pernah ada inisiatif silaturahmi langsung dari jajaran pimpinan legislatif.
“Sebenarnya hubungan PCNU Surabaya dengan DPRD bagus-bagus saja. Namun selama ini tidak ada pimpinan DPRD itu punya inisiatif untuk silaturahmi,” tuturnya.
Masduki menambahkan, tradisi menjalin komunikasi dengan masyarakat dan tokoh agama harus terus dibangun secara berkelanjutan, tanpa melihat siapa yang sedang memimpin.
Menurutnya, pemimpin perlu hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi warga, serta menjaga hubungan yang erat dengan umat.
“Hari ini menjadi apresiasi dari kami, itulah yang namanya tradisi yang harus dilakukan oleh siapapun pemimpinnya. Yang namanya silaturahmi, turun ke bawah, menyapa rakyat, menyapa umat, ini harus dilakukan,” pungkas Masduki Toha. (Red)


Komentar