|
Menu Close Menu

Prajurit Kodim 0818 Malang-Batu Tempuh Ujian Kenaikan Tingkat Pencak Silat Militer

Kamis, 07 Mei 2026 | 12.06 WIB

Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Pencak Silat Militer (PSM) di lapangan apel Makodim 0818, Jalan Panji No. 11, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Malang – Prajurit Kodim 0818/Malang-Batu mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Pencak Silat Militer (PSM) sebagai bagian dari pembinaan kemampuan fisik dan ketangkasan personel. Kegiatan berlangsung di lapangan apel Makodim 0818, Jalan Panji No. 11, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (07/05/2026). 


UKT tersebut diikuti personel jajaran Kodim 0818 yang menjalani peralihan tingkat dari sabuk putih menuju sabuk kuning. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapan dan kemampuan bela diri prajurit di lapangan.


Pencak Silat Militer tidak hanya dipahami sebagai olahraga bela diri, tetapi juga perpaduan seni bela diri tradisional Indonesia dengan teknik taktis militer untuk menghadapi pertempuran jarak dekat. Melalui ujian ini, kemampuan prajurit dalam menguasai materi latihan dievaluasi secara menyeluruh.


Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pengecekan personel dan pemeriksaan kesehatan. Setelah itu, peserta mengikuti sesi pemanasan sebelum menjalani berbagai tahapan ujian.


Materi yang diujikan meliputi penguasaan teknik dasar, ketahanan fisik, hingga aplikasi gerakan praktis menghadapi lawan. Suasana latihan terlihat penuh semangat saat para prajurit menunjukkan kemampuan terbaik mereka demi mencapai kenaikan tingkat ke sabuk kuning.


Pasiops Kodim 0818 Kapten Cke Saiful yang memantau jalannya kegiatan menegaskan bahwa kemampuan bela diri merupakan bagian penting yang wajib dimiliki setiap prajurit TNI AD. Menurutnya, kesiapan fisik dan keterampilan bela diri menjadi bekal utama dalam mendukung tugas pengabdian di wilayah.


“Ujian kenaikan tingkat ini bukan sekadar seremonial pergantian warna sabuk. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban prajurit atas disiplin latihan mereka. Prajurit yang tangguh adalah mereka yang terus mengasah kemampuan, baik dalam penggunaan senjata maupun bela diri tangan kosong,” ujar Sertu Faruq, salah satu peserta UKT.


Selain mendukung kepentingan taktis militer, pengembangan Pencak Silat Militer di lingkungan Kodim 0818 juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya bangsa. TNI AD dinilai turut menjaga eksistensi pencak silat sebagai warisan asli Indonesia agar tetap relevan dan terus berkembang.


Peralihan dari sabuk putih menuju sabuk kuning menandakan prajurit telah melewati tahapan dasar dan siap menerima materi latihan yang lebih kompleks. Dengan peningkatan kemampuan tersebut, diharapkan rasa percaya diri personel dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat semakin kuat. (Den) 

Bagikan:

Komentar