|
Menu Close Menu

Progres Jalan Balekambang Tembus 70 Persen, Dua Kilometer Terakhir Jadi Fokus Penyelesaian

Rabu, 06 Mei 2026 | 18.47 WIB

Site Operational Manager, Muhammad Hamzah. (Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Malang – Proyek pembangunan jalan menuju kawasan wisata Balekambang terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga 6 Mei 2026, progres pengaspalan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 70 persen dari total panjang proyek 30,4 kilometer.


Site Operational Manager, Muhammad Hamzah, menjelaskan bahwa pengerjaan terbagi dalam dua paket utama, yakni Paket 16A dan 16B. Untuk Paket 16A dengan panjang 16 kilometer, progres telah mencapai 65 persen. Bahkan, sekitar 7 hingga 8 kilometer di antaranya sudah memasuki tahap pengaspalan lapis terakhir.


“Namun, untuk sisa pengerjaan di 16A masih menunggu proses pembebasan lahan yang belum tuntas di beberapa titik,” ujar Hamzah.


Sementara itu, Paket 16B sepanjang 14 kilometer mencatat progres lebih tinggi, yakni 70,5 persen. Dari total tersebut, sekitar 12 kilometer telah berhasil diaspal. Kendati demikian, pekerjaan masih difokuskan pada dua kilometer terakhir menuju Simpang Balekambang yang saat ini masih dalam tahap cut and fill atau galian dan timbunan, termasuk pemasangan agregat, saluran, hingga persiapan pengaspalan.


Tak hanya itu, proyek ini juga mencakup pembangunan enam jembatan. Empat di antaranya direkonstruksi total untuk menyesuaikan lebar jalan baru, sementara dua jembatan lainnya hanya menjalani rehabilitasi.


Dalam pelaksanaannya, proyek ini menghadapi sejumlah kendala, salah satunya tingginya volume wisatawan yang melintas, terutama pada musim liburan. Hal ini cukup menghambat proses pekerjaan di lapangan.


“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Malang dan Satlantas Polres Malang untuk pengaturan lalu lintas. Bahkan, direncanakan akan ada penutupan sementara pada Mei hingga Juni guna mempercepat penyelesaian di dua kilometer terakhir,” jelasnya.


Selama penutupan tersebut, masyarakat diimbau untuk menggunakan jalur alternatif melalui Turen atau Kepanjen, khususnya bagi wisatawan yang menuju kawasan selatan.


Selain faktor lalu lintas, kendala lain yang cukup krusial adalah proses pembebasan lahan. Beberapa titik masih mengalami hambatan akibat persoalan administrasi maupun kesepakatan dengan pemilik lahan.


Meski demikian, pihak pelaksana optimistis proyek ini dapat diselesaikan sesuai target. Dengan rampungnya akses jalan ini nantinya, diharapkan konektivitas menuju destinasi wisata Balekambang semakin lancar dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Kabupaten Malang. (Den) 

Bagikan:

Komentar