|
Menu Close Menu

Senator Jatim Ning Lia Istifhama Apresiasi Bank Mandiri, Dorong Akses Kredit UMKM Kian Terbuka

Rabu, 06 Mei 2026 | 10.54 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat kunjungan kerja ke kantor Bank Mandiri di Surabaya. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Komitmen perbankan dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali mendapat perhatian. Anggota DPD RI, Lia Istifhama, melakukan kunjungan kerja ke kantor Bank Mandiri di Surabaya, guna membahas penguatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.


Dalam agenda tersebut, senator yang akrab disapa Ning Lia disambut jajaran manajemen, termasuk Regional Chief Executive Officer (RCEO) Bank Mandiri Region VIII Jawa Timur Muhammad Assidiq Iswara, Suyadi (RMCH), Hananto Pramujari, Suhariyanto (Government Head), serta Budi Kabullah (BSH).


Pertemuan berlangsung konstruktif dengan fokus pada upaya memperluas akses kredit yang lebih inklusif bagi UMKM, terutama bagi pelaku usaha pemula. Ning Lia menyampaikan apresiasi atas langkah Bank Mandiri yang dinilai konsisten mendorong UMKM agar mampu berkembang dan naik kelas.


“Dukungan pembiayaan dengan nominal kecil sangat penting bagi pelaku usaha yang baru merintis. Ini menjadi pintu masuk agar mereka bisa tumbuh secara bertahap,” ujarnya, Rabu (06/05/2026). 


Ia juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi pelaku UMKM dalam mengakses kredit, khususnya terkait sistem Otoritas Jasa Keuangan melalui SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan). Menurutnya, persoalan administratif, termasuk catatan kolektibilitas (kol) 1 dan 2, kerap menjadi penghambat bagi pelaku usaha yang sebenarnya memiliki potensi.


Ning Lia mendorong adanya solusi yang lebih adaptif, disertai penguatan edukasi dan pendampingan agar UMKM tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan usahanya.


Menanggapi hal tersebut, Assidiq menjelaskan bahwa kebijakan terkait SLIK sepenuhnya mengikuti regulasi yang ditetapkan oleh OJK. Meski demikian, terdapat wacana bahwa pembiayaan dengan nominal di bawah Rp1 juta tidak akan tercatat dalam sistem tersebut, sehingga diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi UMKM pemula.


Selain aspek pembiayaan, Bank Mandiri juga terus mengembangkan program Rumah BUMN sebagai pusat pemberdayaan UMKM. Program ini mencakup pelatihan, pembinaan, hingga fasilitasi ekspor bagi pelaku usaha yang telah berkembang.


“Rumah BUMN menjadi ruang bagi UMKM untuk tumbuh, mulai dari skala kecil hingga mampu menembus pasar ekspor. Kami juga menyediakan pembiayaan bertahap dari Rp10 juta hingga Rp100 juta, yang disertai pendampingan usaha,” jelasnya.


Wilayah Jawa Timur menjadi salah satu fokus pengembangan, meliputi Surabaya, Jember, dan Malang. Saat ini, Bank Mandiri memiliki ratusan jaringan kantor cabang di wilayah tersebut guna memperluas jangkauan layanan keuangan.


Tak hanya itu, Bank Mandiri juga menggandeng lembaga penjamin seperti Askrindo untuk mendukung restrukturisasi kredit UMKM, sehingga pelaku usaha tetap dapat menjaga kesehatan finansialnya.


Assidiq berharap sinergi antara perbankan, regulator, dan pemerintah, termasuk DPD RI, dapat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam menciptakan ekosistem UMKM yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing.


“Kami memiliki tanggung jawab untuk mendorong UMKM berkembang secara berkelanjutan, sehingga mampu menjadi pilar ekonomi yang kuat,” pungkasnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar