|
Menu Close Menu

14 Tahun Kabar Madura: Dari Penjaga Cahaya Informasi Menjadi Perawat Peradaban

Kamis, 11 Juni 2026 | 21.27 WIB

Kunjungan Direktur Utama IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK) Pamekasan, Prof. Dr. KH. Achmad Muhlis ke Kantor Redaksi Kabar Madura di Jalan Raya Panglegur Nomor 10 KM 1, Pamekasan. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Pamekasan– Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap mengaburkan batas antara fakta dan opini, keberadaan media yang tetap teguh menjaga integritas menjadi semakin berharga. Memasuki usia ke-14 tahun, Kabar Madura dinilai tidak sekadar bertahan sebagai institusi pers, melainkan tumbuh menjadi penjaga cahaya literasi dan perawat peradaban di Pulau Madura.


Apresiasi itu disampaikan Direktur Utama IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK) Pamekasan, Prof. Dr. KH. Achmad Muhlis, saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Redaksi Kabar Madura di Jalan Raya Panglegur Nomor 10 KM 1, Pamekasan, Kamis (11/6/2026).


Kehadiran Ketua Senat UIN Madura tersebut menjadi bentuk dukungan moral sekaligus ungkapan syukur atas konsistensi media yang berdiri sejak 10 Juni 2012 itu dalam menjalankan fungsi jurnalistiknya di tengah berbagai tantangan zaman.


Bagi Prof. Achmad Muhlis, usia 14 tahun bukan sekadar hitungan waktu. Di balik perjalanan itu, terdapat rekam jejak dedikasi yang telah memberi terang bagi masyarakat melalui informasi yang mencerdaskan dan membangun harapan.


"Empat belas tahun bukan sekadar hitungan usia bagi Kabar Madura, melainkan jejak pengabdian yang telah menorehkan cahaya di ruang-ruang kehidupan masyarakat," ujarnya.


Guru Besar Sosiologi Pendidikan Islam itu juga memberikan apresiasi atas berbagai rangkaian kegiatan yang digelar dalam menyambut HUT ke-14 Kabar Madura. Menurutnya, agenda-agenda tersebut bukan hanya bersifat seremonial, melainkan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.


Kegiatan seperti Kabar Madura Goes to Campus yang digelar di berbagai kampus se-Madura, Jalan Sehat Berhadiah Umrah, hingga Khotmil Qur'an, dinilainya sebagai ikhtiar menghadirkan media yang dekat dengan denyut kehidupan umat.


Di era banjir informasi yang bergerak begitu cepat dan acap kali bias, Prof. Achmad Muhlis menilai Kabar Madura berhasil menjaga istiqamahnya.


Media, menurutnya, tidak hanya bertugas menyampaikan kabar. Lebih jauh, media memiliki tanggung jawab moral untuk merawat akal sehat publik, menguatkan nilai pendidikan, serta menyuarakan kemaslahatan.


Bagi keluarga besar IBS PKMKK, eksistensi Kabar Madura bahkan telah melampaui fungsi media massa konvensional. Setiap reportase yang dihasilkan selalu berupaya menggali sisi-sisi positif yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat.


Kabar Madura dipandang sebagai bagian dari jalan dakwah yang mempertemukan ilmu dengan kebijaksanaan, fakta dengan nilai, serta informasi dengan tanggung jawab sosial.


Setiap karya jurnalistik yang mencerahkan dan membangun, menurutnya, merupakan amal kebajikan yang manfaatnya terus mengalir kepada para pembacanya.


"Semoga Kabar Madura senantiasa menjadi mata air inspirasi, menebarkan kebermanfaatan bagi masyarakat, serta terus menyalakan cahaya literasi, persaudaraan, dan peradaban untuk Madura yang lebih bermartabat dan berkemajuan," pungkasnya penuh harap.


Kedatangan Kiai Muhlis disambut langsung Ketua Panitia HUT ke-14 Kabar Madura, Khoyrul Umam Syarif.


Turut menyambut Direktur Utama IBS PKMKK itu, Direktur Utama Kabar Madura Group Hairul Anam, Pemimpin Redaksi Wawan Awalluddin Husna, HRD dan Keuangan Feri Anggriawan, Redaktur Pelaksana Sule Sulaiman, Koordinator Liputan Syahid Mujtahidy, serta segenap karyawan yang bertugas di Pamekasan.


"Tangguh Bertumbuh", Semangat Menjawab Tantangan Zaman


Direktur Utama Kabar Madura Group, Hairul Anam, menjelaskan tema HUT ke-14 tahun ini mengusung tajuk "Tangguh Bertumbuh". Tema tersebut dipilih sebagai refleksi atas perjalanan panjang media dalam menghadapi perubahan lanskap industri pers.


Asesor UKW Dewan Pers satu-satunya dari Madura itu menuturkan, kata tangguh menggambarkan kemampuan untuk tetap berdiri tegak di tengah tekanan dan tantangan yang terus berubah. Sementara bertumbuh dimaknai sebagai keberanian untuk terus belajar, berbenah, beradaptasi, dan menjadi lebih matang.


"Secara harfiah, tangguh itu kuat, tahan banting, ulet, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi masalah atau tekanan," tegasnya.


Senada dengan itu, Pemimpin Redaksi Kabar Madura, Wawan Awalludin Husna, menyebut usia ke-14 tahun menjadi tantangan sekaligus motivasi untuk terus menjaga kualitas jurnalistik dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat.


Menurutnya, media tidak cukup hanya hadir sebagai penyampai informasi. Media juga harus menjadi ruang edukasi, alat kontrol sosial, sekaligus jembatan bagi aspirasi masyarakat Madura.


"Semangat Tangguh Bertumbuh menjadi pengingat bagi kami untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan idealisme jurnalistik," ujarnya.


Empat belas tahun perjalanan Kabar Madura menjadi penanda bahwa usia bukan hanya soal lamanya bertahan. Lebih dari itu, tentang seberapa besar manfaat yang ditinggalkan. Ketika sebagian memilih mengikuti arus, Kabar Madura diharapkan tetap menjadi penjaga cahaya informasi, perawat literasi, dan sahabat masyarakat dalam menapaki masa depan Madura yang lebih beradab dan berkemajuan. (Man) 

Bagikan:

Komentar