|
Menu Close Menu

Ali Hasan Soroti Molornya Pembangunan Jembatan Sentong Bondowoso

Selasa, 23 Juni 2026 | 07.25 WIB

 

Ali Hasan Mun'im.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Bondowoso – Lambannya proses pembangunan Jembatan Sentong yang menghubungkan wilayah Sukowiryo, Kabupaten Bondowoso, mendapat perhatian serius dari putra daerah Kecamatan Pujer, Ali Hasan Mun’im.


Pasalnya, hingga hampir lima bulan berjalan, proyek pembangunan jembatan tersebut belum juga rampung. Kondisi itu dinilai berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian warga di sekitar lokasi.


“Iya sangat lambat,” tegas Ali Hasan Mun’im, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI, Senin (22/6/2026).


Ali Hasan menilai keterlambatan penyelesaian proyek Jembatan Sentong telah menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat. Menurutnya, banyak pertokoan dan usaha milik warga di sekitar kawasan pembangunan mengalami penurunan omzet secara signifikan, bahkan sebagian di antaranya terpaksa menghentikan operasional.


“Pertokoan di sekitarnya sepi, bahkan ada yang tutup. Ini merugikan perekonomian masyarakat,” kata Tenaga Ahli DPR RI ini. 


Selain berdampak pada pelaku usaha, keterlambatan pembangunan jembatan juga memaksa masyarakat yang hendak menuju pusat Kota Bondowoso maupun sebaliknya ke wilayah Sukowiryo untuk menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh.


Akibatnya, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) masyarakat meningkat sehingga menambah beban pengeluaran sehari-hari.


“Masyarakat harus memutar arah melalui jalur alternatif sehingga membutuhkan BBM lebih banyak. Ini menjadi beban ekonomi masyarakat,” ujarnya.


Tak hanya itu, Ali Hasan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Tetap Pembiayaan Fiskal Perumahan Kadin Indonesia turut menyoroti kondisi jalur alternatif yang saat ini digunakan warga selama proses pembangunan berlangsung.


Menurutnya, ruas jalan yang melintasi kawasan Kembang, Dukuh, dan Nangkaan mengalami kerusakan cukup parah. Banyak lubang ditemukan di sepanjang jalan yang menjadi akses utama pengganti Jembatan Sentong.


Ia mengungkapkan, jalur alternatif dengan panjang sekitar lima hingga enam kilometer tersebut juga kerap menjadi lokasi terjadinya kecelakaan lalu lintas.


“Jalan alternatif itu sudah rusak berat dan banyak lubang. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas,” katanya.


Atas kondisi tersebut, Ali Hasan Mun’im meminta pemerintah dan pihak terkait segera mempercepat penyelesaian pembangunan Jembatan Sentong agar kembali dapat dimanfaatkan masyarakat.


Menurutnya, percepatan pembangunan sangat diperlukan untuk memulihkan aktivitas ekonomi warga, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di jalur alternatif yang saat ini digunakan.


“Pembangunan Jembatan Sentong harus segera diselesaikan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan normal dan perekonomian warga dapat pulih seperti semula,” pungkasnya. (Had) 

Bagikan:

Komentar