![]() |
| Kegiatan Haul Bung Karno ke-56 di Kabupaten Bangkalan.(Dok/Istimewa). |
Acara disambut langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Bangkalan bersama jajaran pengurus partai. Hadir pula empat tokoh ulama Bangkalan, yakni Kiai Muhammad Makki Nasir selaku Ketua PCNU Bangkalan, Kiai Karror, Kiai Fauzi, dan Kiai Ahmad.
Ketua Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan Lukman Hakim menyampaikan bahwa haul tersebut digelar untuk mengingat kembali nilai-nilai perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
“Tujuan haul Bung Karno ini untuk mengingat kembali nilai-nilai perjuangan Bung Karno yang dapat diambil apinya, bukan abunya,” ujar Bupati Bangkalan itu, Minggu (21/06/2026).
Ia menjelaskan, makna “warisi apinya, jangan abunya” adalah mengambil semangat perjuangan, keberanian, serta gagasan besar Bung Karno dalam membangun bangsa, bukan sekadar melihat simbol maupun romantisme masa lalu.
“Iya, nilai-nilai perjuangannya. Kalau abunya kan yang jelek, kalau apinya kan semangatnya,” tambahnya.
Pesan Bung Karno “Warisi apinya, jangan abunya” sendiri memiliki makna mendalam agar generasi penerus mampu meneruskan semangat perjuangan, nasionalisme, persatuan, dan keberpihakan kepada rakyat kecil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain haul, kegiatan tersebut juga diisi dengan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan kebersamaan dengan masyarakat. Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian Bulan Bung Karno di Kabupaten Bangkalan.
Sebelumnya, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan telah menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka memeriahkan Bulan Bung Karno, di antaranya lomba domino dan senam Sicita yang diikuti kader serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Bangkalan.
Acara haul berlangsung penuh kebersamaan dan menjadi momentum mempererat silaturahmi antara tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan kader PDI Perjuangan di Kabupaten Bangkalan. (Ek)


Komentar