|
Menu Close Menu

Gen Z Banteng Surabaya Mulai Tancap Gas

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12.03 WIB

Konsolidasi PDI Perjuangan di Kecamatan Rungkut Surabaya.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya- Konsolidasi PDI Perjuangan di Kecamatan Rungkut berlangsung dengan suasana berbeda. Selain menjadi ajang penguatan organisasi, kegiatan tersebut juga menandai munculnya generasi muda penerus tokoh-tokoh besar partai yang mulai diperkenalkan langsung kepada kader di tingkat akar rumput.


Sejumlah nama yang hadir merupakan putra dari tokoh-tokoh senior PDI Perjuangan Surabaya. Di antaranya Fauzan, putra mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Saleh Mukadar; Sangaji, putra almarhum Adi Sutarwijono yang pernah menjabat Ketua DPRD Surabaya sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya; serta Dewa, putra almarhum Whisnu Sakti Buana yang pernah menjadi Wakil Wali Kota Surabaya dan Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya.


Ketiganya tampil bersama di hadapan pengurus PAC, ranting, hingga anak ranting se-Kecamatan Rungkut. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, menghadirkan ruang dialog yang memadukan semangat regenerasi, cerita perjuangan, serta harapan untuk masa depan partai.


Dalam kesempatan itu, Fauzan menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam struktur partai. Menurutnya, peran anak muda akan semakin strategis mengingat pada Pemilu 2029 kelompok Gen Z dan Gen Alfa diperkirakan menjadi mayoritas pemilih.


“Bukan cuma anak biologis, tapi juga anak ideologis,” ujar Fauzan yang disambut tepuk tangan para kader.


Sementara itu, Sangaji menyampaikan kisah pribadinya yang mulai aktif terlibat dalam kegiatan partai setelah kepergian sang ayah. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya meneruskan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan.


“Ini mungkin langkah awal saya meneruskan perjuangan bapak,” katanya.


Di sisi lain, Dewa tampil dengan gaya santai dan penuh humor. Kehadirannya berhasil mencairkan suasana sekaligus menarik perhatian kader dari berbagai generasi yang hadir dalam kegiatan tersebut.


Momentum konsolidasi itu juga diwarnai refleksi mengenai perjuangan para tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi partai. Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPC PDI Perjuangan Surabaya, Anas Karno, beberapa kali mengenang sosok almarhum Whisnu Sakti Buana dan Adi Sutarwijono.


Menurutnya, pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi forum konsolidasi kader, melainkan juga momentum untuk menyambung kembali semangat perjuangan yang telah dibangun para pendahulu.


“2029 itu sebentar. Regenerasi harus disiapkan mulai sekarang,” ujar Anas Karno.


Ia juga mengajak seluruh kader untuk memperkuat soliditas internal dan fokus pada tujuan bersama dalam membesarkan partai.


“Wis enggak ono kelompok-kelompokan. Tujuannya satu, memenangkan PDIP,” tegasnya.


Antusiasme kader terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sejumlah kader muda mengaku senang melihat generasi penerus tokoh-tokoh besar PDI Perjuangan mulai aktif turun langsung ke lapangan. Sementara beberapa kader senior menilai suasana tersebut mengingatkan mereka pada masa-masa konsolidasi bersama para senior partai terdahulu.


“Rasanya seperti melihat perjuangan para senior hidup lagi,” ujar salah seorang kader.


Kemunculan generasi muda dari keluarga tokoh-tokoh besar PDI Perjuangan Surabaya itu pun menjadi perhatian di kalangan kader. Banyak yang menilai langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa proses regenerasi partai terus berjalan, sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi dinamika politik dan kontestasi menuju 2029. (Red) 

Bagikan:

Komentar