|
Menu Close Menu

Geopolitik Memanas, Mahasiswa UNUSIDA Dibekali Strategi Hadapi Dunia Kerja

Jumat, 05 Juni 2026 | 20.53 WIB

Seminar Nasional 2026 bertema “Menavigasi Ketidakpastian Global di Era Ketegangan Geopolitik” di Aula Lantai 4 Kampus 2 UNUSIDA. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sidoarjo– Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMAMASDA) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Seminar Nasional 2026 bertema “Menavigasi Ketidakpastian Global di Era Ketegangan Geopolitik” di Aula Lantai 4 Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (4/6/2026).


Kegiatan ini menghadirkan akademisi dan praktisi untuk mengulas dampak perkembangan geopolitik global terhadap perekonomian Indonesia serta pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja di era digital.


Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., mengatakan dinamika ekonomi global yang terus berubah menuntut mahasiswa memiliki kemampuan adaptasi dan pemahaman yang lebih luas terhadap isu-isu ekonomi internasional.


“Mahasiswa perlu memahami bagaimana dinamika global dapat memengaruhi kondisi ekonomi nasional. Dengan wawasan yang lebih baik, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya.


Ketua Program Studi Manajemen UNUSIDA, M. Mustaqim, S.E., M.M., mengapresiasi antusiasme peserta dan dukungan para narasumber. Menurutnya, seminar menjadi ruang penting untuk mempertemukan dunia akademik dengan perspektif praktis yang relevan dengan kebutuhan saat ini.


Pada sesi pertama, ekonom dan peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Dipo Satria Ramli, B.S., M.B.A., memaparkan berbagai tantangan ekonomi akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dunia. 


Ia menjelaskan sejumlah dampak yang perlu dicermati, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, risiko imported inflation, keterbatasan ruang fiskal pemerintah, hingga pengaruh terhadap investasi dan ketenagakerjaan.


Menurut Dipo, ketidakpastian global dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan prospek pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, peningkatan kompetensi dan literasi keuangan menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda.


“Adaptasi menjadi kunci. Mahasiswa perlu membekali diri dengan kemampuan yang relevan agar tetap mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat,” katanya.


Sesi kedua menghadirkan dosen Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Edita Rachma Kamila, S.M., M.M., yang membahas pentingnya identitas digital dan personal branding bagi mahasiswa.


Edita menuturkan dunia kerja modern tidak hanya menilai kemampuan akademik, tetapi juga rekam jejak digital, profesionalitas, serta kemampuan individu membangun reputasi positif.


“Personal branding adalah cara memperkenalkan kompetensi dan nilai diri kepada publik secara profesional. Hal tersebut dapat membuka peluang yang lebih luas di dunia kerja,” ujarnya.


Selain memahami perkembangan ekonomi global, peserta juga memperoleh strategi praktis untuk membangun citra profesional, mengoptimalkan platform digital, dan meningkatkan kesiapan menghadapi kebutuhan industri.


Seminar berlangsung interaktif dengan tingginya partisipasi peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai isu terkait ekonomi global, peluang kerja, dan tantangan transformasi digital menjadi topik yang banyak dibahas sepanjang kegiatan.


Melalui Seminar Nasional 2026, HIMAMASDA UNUSIDA berharap dapat meningkatkan literasi ekonomi sekaligus membekali mahasiswa dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dan peluang di tengah ketidakpastian global.


HIMAMASDA merupakan organisasi kemahasiswaan Program Studi Manajemen UNUSIDA yang aktif menyelenggarakan kegiatan akademik, pengembangan kompetensi, dan penguatan kapasitas mahasiswa sebagai kontribusi bagi dunia pendidikan dan masyarakat. (Had)

Bagikan:

Komentar