|
Menu Close Menu

Gubernur Khofifah Pimpin Panen dan Tanam Tebu Serempak di Malang, Jawa Timur Percepat Swasembada Gula Nasional

Jumat, 19 Juni 2026 | 00.12 WIB

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa cukup nginap.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Malang – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Salah satunya melalui kegiatan panen dan tanam tebu serempak Program Bongkar Ratoon yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di lahan tebu milik KH Hamim Kholili, Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (18/6/2026).


Kegiatan yang dihadiri sekitar 150 peserta tersebut menjadi bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional, khususnya komoditas Gula Kristal Putih (GKP) konsumsi.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Malang HM Sanusi, Dandim 0818/Kabupaten Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho, Wakapolres Malang Kompol Fahmi Amarullah, Staf Ahli Mabesad Kolonel Inf Tri Barata, Staf Ahli Mabesad Kolonel Kav Donova Pripamungkas, Direktur Operasional PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Kuntoro Boga Andri, Plt Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur Heru Suseno, serta para petani tebu dan mitra perkebunan dari berbagai wilayah.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai varietas tebu unggul yang disampaikan Direktur Operasional PT SGN. Selanjutnya, Gubernur Khofifah mengikuti dialog virtual dengan para petani yang melaksanakan panen dan tanam tebu serentak di sejumlah daerah di Jawa Timur.


Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi tanam tebu dan bongkar ratoon sebagai langkah strategis meningkatkan produktivitas lahan perkebunan tebu. Program bongkar ratoon dinilai mampu memperbarui tanaman tebu yang sudah mengalami penurunan produktivitas sehingga hasil panen dapat meningkat secara signifikan.


Dalam laporannya, Plt Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur Heru Suseno menyampaikan bahwa sektor pergulaan Jawa Timur terus menunjukkan perkembangan positif. Sebanyak 26 ribu petani tebu telah terdata dalam program penguatan sektor pergulaan yang dijalankan pemerintah daerah.


Menurutnya, hasil panen tebu dari musim tanam 2025 yang dipanen pada tahun 2026 diproyeksikan mencapai 20,6 juta ton. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menargetkan perluasan program bongkar ratoon guna meningkatkan produktivitas lahan dan mendukung target swasembada gula nasional.


Sementara itu, Bupati Malang HM Sanusi menegaskan bahwa Kabupaten Malang memiliki peran strategis sebagai salah satu sentra produksi tebu terbesar di Jawa Timur. Saat ini luas lahan tebu di Kabupaten Malang mencapai 48.168 hektare dengan total produksi sekitar 4,29 juta ton.


“Selain meningkatkan luas tanam dan produksi, perhatian terhadap rendemen juga sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap kualitas dan nilai ekonomi gula yang dihasilkan,” ujar Sanusi.


Direktur Operasional PT SGN Kuntoro Boga Andri menyampaikan bahwa keberhasilan peningkatan produksi tebu tidak dapat dipisahkan dari sinergi seluruh pihak, mulai pemerintah, perusahaan, hingga petani. PT SGN, kata dia, terus melakukan pendampingan dan pengawalan terhadap program nasional sektor pergulaan guna memastikan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan alat dan mesin produksi kepada kelompok tani tebu sebagai bentuk dukungan terhadap modernisasi sektor pertanian dan perkebunan.


Khofifah menekankan pentingnya peningkatan kapasitas petani melalui literasi dan pendampingan yang berkelanjutan. Selain itu, penggunaan bibit unggul dan pengelolaan pascapanen yang baik menjadi faktor utama dalam meningkatkan hasil produksi tebu.


“Produktivitas harus terus ditingkatkan melalui penggunaan bibit berkualitas, teknologi pertanian yang tepat, serta penguatan kelembagaan petani. Ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan swasembada gula nasional,” ujar Khofifah.


Gubernur Jawa Timur itu juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap gula konsumsi hasil produksi petani agar tidak bersaing langsung dengan gula rafinasi yang memiliki peruntukan berbeda.


Menurutnya, keberpihakan kepada petani harus diwujudkan melalui kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga gula konsumsi sekaligus memberikan kepastian pasar bagi hasil produksi petani.


Selain prosesi tanam tebu, kegiatan juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.


Kegiatan panen dan tanam tebu serempak berlangsung aman, tertib, dan lancar. Melalui program bongkar ratoon yang terus diperluas, Jawa Timur optimistis dapat meningkatkan produksi tebu secara signifikan sekaligus memperkuat kontribusinya dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada gula nasional. (Den) 

Bagikan:

Komentar