![]() |
| Pelabuhan Rakyat (Pelra) Kalianget, Sumenep.(Dok/Istimewa). |
Dengan nilai kontrak mencapai Rp45.113.621.522, pembangunan masih berlangsung, termasuk proses pembongkaran bekisting dermaga. Tahapan tersebut menyebabkan sejumlah material konstruksi masih terlihat di area proyek.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget, Sumenep, Azwar Anas, S.H., M.Hum., menegaskan kondisi tersebut merupakan bagian dari proses pembangunan yang akan dituntaskan sebelum fasilitas diserahterimakan.
"Saat ini masih dilakukan proses pembongkaran bekisting dermaga sehingga masih terdapat material konstruksi di lokasi pekerjaan. Namun, pada saat serah terima nanti, kondisi Pelabuhan Rakyat Kalianget akan bersih dari sisa material dan siap digunakan untuk operasional," ujar Azwar Anas.
Pelabuhan tersebut dibangun untuk menjawab kebutuhan masyarakat kepulauan yang selama ini bergantung pada transportasi laut sebagai jalur utama mobilitas penumpang maupun distribusi barang.
Berdasarkan perencanaan teknis, Pelra Kalianget dirancang melayani kapal-kapal rakyat berukuran kecil dengan kapasitas hingga 315 Deadweight Tonnage (DWT).
"Sesuai dengan perencanaan, Pelabuhan Rakyat Kalianget dirancang untuk melayani kapal-kapal rakyat berukuran kecil. Dermaga yang dibangun mampu melayani kapal dengan kapasitas hingga 315 DWT sehingga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan transportasi laut masyarakat," katanya.
Tak hanya membangun dermaga, proyek ini juga mencakup penyelesaian akses jalan menuju kawasan pelabuhan. Saat ini, pekerjaan jalan hingga area gapura masih dikerjakan menggunakan konstruksi perkerasan beton guna meningkatkan kenyamanan pengguna serta daya tahan infrastruktur.
Rampungnya akses tersebut diharapkan memperlancar arus orang dan distribusi logistik dari dan menuju pelabuhan. Kehadiran fasilitas yang lebih representatif juga diyakini mampu mendukung geliat ekonomi masyarakat pesisir.
Sebagai pihak yang nantinya memanfaatkan fasilitas tersebut, KSOP Kelas IV Kalianget terus melakukan pengawasan dan koordinasi agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan target penyelesaian.
"KSOP Kalianget sebagai pengguna jasa pembangunan Pelabuhan Rakyat Kalianget terus berkoordinasi agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik sehingga fasilitas ini nantinya dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan sektor transportasi laut di Kabupaten Sumenep," tutur Azwar Anas.
Keberadaan Pelabuhan Rakyat Kalianget diproyeksikan menjadi penguat konektivitas antarpulau di Kabupaten Sumenep yang memiliki banyak wilayah kepulauan. Selain menunjang transportasi laut masyarakat, pelabuhan ini juga diharapkan menjadi penggerak perdagangan, distribusi logistik, dan pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir.
Dengan dukungan anggaran APBN serta pengawasan berbagai pihak, pembangunan Pelra Kalianget ditargetkan segera rampung dan beroperasi sesuai jadwal, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan pelayaran rakyat sekaligus memperkuat infrastruktur maritim di Kabupaten Sumenep. (Sid)


Komentar