|
Menu Close Menu

Hari Media Sosial Nasional, Ali Hasan: Jadikan Ruang Digital Sarana Edukasi

Rabu, 10 Juni 2026 | 00.26 WIB

Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI, Ali Hasan Mun’im.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Bondowoso – Peringatan Hari Media Sosial Nasional yang jatuh setiap 10 Juni menjadi momentum penting untuk merefleksikan cara masyarakat menggunakan platform digital. Di tengah derasnya arus informasi, media sosial diharapkan tidak sekadar menjadi ruang berekspresi, tetapi juga sarana membangun peradaban yang sehat dan produktif.


Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI, Ali Hasan Mun’im, mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda yang sangat akrab dengan media sosial, untuk menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab.


"Jangan sampai media sosial justru menjadi pemicu permusuhan, hujat-menghujat, serta menyebarkan kebencian yang merusak persaudaraan di tengah masyarakat," tegas pria yang akrab disapa Ali Hasan, Rabu (10/06/2026).


Menurutnya, media sosial pada dasarnya merupakan instrumen yang sangat bermanfaat apabila digunakan secara tepat. Kehadirannya mampu membuka akses informasi, memperluas jaringan pertemanan dan bisnis, hingga menjadi ruang belajar yang tidak mengenal batas wilayah maupun waktu.


Wakil Ketua Komite Tetap Pembiayaan Fiskal Perumahan Kadin Indonesia itu menilai, tantangan terbesar saat ini bukan terletak pada perkembangan teknologinya, melainkan pada kemampuan penggunanya dalam menyaring informasi serta mengendalikan emosi saat berinteraksi di ruang digital.


"Setiap orang memiliki kebebasan berpendapat, tetapi kebebasan tersebut harus disertai tanggung jawab moral. Jangan mudah terpancing provokasi, apalagi menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya," ujarnya.


Tenaga Ahli DPR RI tersebut juga mengingatkan bahwa jejak digital bersifat jangka panjang dan dapat memengaruhi masa depan seseorang. Karena itu, generasi muda perlu membangun budaya literasi digital dengan membiasakan diri berpikir kritis sebelum mengunggah maupun membagikan sebuah informasi.


Ali Hasan menambahkan, media sosial semestinya dimanfaatkan untuk menyebarkan inspirasi, gagasan positif, serta memperkuat nilai-nilai persatuan. Konten edukatif, promosi usaha, kreativitas anak muda, hingga gerakan sosial dinilai jauh lebih bermanfaat dibandingkan perdebatan yang tidak produktif.


"Bangsa ini membutuhkan ruang digital yang sehat. Jika setiap pengguna mampu menghadirkan etika, saling menghormati perbedaan, dan mengedepankan fakta, maka media sosial akan menjadi kekuatan besar dalam mendorong kemajuan masyarakat," katanya.


Owner SPPG Pancoran Bondowoso itu berharap peringatan Hari Media Sosial Nasional tidak hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan pengingat bersama bahwa kualitas ruang digital sangat ditentukan oleh perilaku para penggunanya.


"Bijak bermedia sosial bukan berarti membatasi diri untuk berpendapat, tetapi memastikan bahwa apa yang kita sampaikan membawa manfaat, tidak melukai orang lain, serta mampu memperkuat optimisme dan persatuan bangsa," pungkasnya. (Had) 

Bagikan:

Komentar